Pengolahan Limbah Pabrik Bir Agar Fosfor & Nitrogen Lolos Baku Mutu

Pelajari cara pengolahan limbah pabrik bir agar fosfor dan nitrogen turun hingga lolos baku mutu dengan teknologi BNR dan presipitasi kimia.

Pabrik bir menghadapi fosfor 30–100 mg/L dan target buangan di satu digit. Data terbaru menunjukkan BNR kuat di nitrogen dan organik, sementara kimia jadi “polisher” fosfor ke level sub‑mg/L.

Industri: Brewery | Proses: Wastewater_Treatment

Bagi banyak pabrik bir, cerita limbah dimulai dari angka besar dan berakhir di batas yang kian ketat. Efluen brewery itu “high‑strength” (BOD/COD ratusan hingga >seribu mg/L) dengan beban nutrien dari bahan baku dan bahan pembersih; fosfor dari bahan pembersih kerap 30–100 mg/L (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Nitrogen—dari yeast, malt, dan asam pembersih—juga signifikan. Tanpa penanganan, nutrien ini memicu eutrofikasi.

Regulator biasanya menahan nutrien di level satu digit mg/L; satu studi menyebut limit Total P (TP) 5 mg/L (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) dan standar nitrogen total serendah 20–40 mg/L. Standar regional bervariasi: satu negara menetapkan 80/30/20 mg/L untuk TKN/NH₄/NO₃ (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), sementara banyak sungai menuntut P <0,1–1 mg/L. Hasilnya, pilihan teknologi sering ditentukan oleh target akhir—aktivasi lumpur konvensional andal di organik, tetapi kerap kurang tajam di fosfor.

Baca juga:

CIP Brewery Safety: Penyimpanan Kimia, PPE, Eyewash & Spill Kit

 

Kesenjangan kinerja di lapangan

Contoh nyata: instalasi skala penuh di Ethiopia menaikkan performa organik dengan sangat baik—COD/BOD turun ≈97%—namun TP hanya turun ~50% (baku 33,2 mg/L → efluen 16,8 mg/L), masih di atas target 5 mg/L (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Inilah “gap” yang harus dijembatani oleh desain proses.

Biological Nutrient Removal (BNR) di tahap aerobik

BNR (biological nutrient removal) mengintegrasikan nitrifikasi/denitrifikasi untuk nitrogen serta pengambilan fosfor biologis ke dalam aerasi konvensional. Praktiknya menambah zona anoksik atau siklus berurutan (mis. UASB + aerasi, konfigurasi A2O, atau SBR). Sistem activated sludge menjadi tulang punggung, dengan opsi batch fleksibel seperti SBR untuk mengatur fase anaerob–aerob.

Kinerja penghilangan nitrogen biologis

Air limbah brewery biasanya kaya karbon organik dan nitrogen moderat, sehingga nitrifikasi (NH₄→NO₃) tercapai bila aerasi dan umur lumpur dijaga. Pada uji laboratorium SBR dengan siklus anaerob/aerob, tercapai ~69% penghilangan NH₃‑N dan 60% total N (HRT 18 jam, SRT 5–7 hari) (researchgate.net). Denitrifikasi pada fase anoksik mengubah nitrat menjadi N₂ dan dalam rancangan yang baik sering mencapai >90% penghilangan N.

Di pabrik Ethiopia, konfigurasi oksianoksik (activated sludge) menghasilkan TN efluen ~17 mg/L (≈58% penghilangan) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Secara umum, BNR mampu menurunkan NH₄‑N dan beban organik secara simultan. Pilihan reaktor unggun bergerak seperti MBBR juga lazim untuk menstabilkan beban harian.

Fosfor biologis dan EBPR

Dalam activated sludge biasa, fosfor turun lewat asimilasi biomassa saja—tipikalnya 30–70% di brewery. Uji SBR Nigeria menunjukkan ~69% penghilangan PO₄‑P dengan efluen masih di kisaran 10–20 mg/L (researchgate.net). Pendekatan pasif seperti bioreaktor hidroponik Typha memberi 51–70% penghilangan P terlarut (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), menegaskan bahwa sistem biologis saja sering menyisakan P yang berarti.

Untuk target efluen P sangat rendah, Enhanced Biological Phosphorus Removal (EBPR) menata fase anaerob–aerob agar PAO (polyphosphate‑accumulating organisms) mendominasi. Keberhasilannya bertumpu pada ketersediaan VFA dan rasio COD:P idealnya >25:1 (wwdmag.com); kabar baiknya, air limbah brewery umumnya punya BOD:P tinggi yang kondusif. EBPR yang terjaga dapat mendorong P efluen di kisaran 1–2 mg/L tanpa kimia (wwdmag.com), tetapi menuntut kontrol proses (tahap fermentasi, umur lumpur panjang) dan kerap belum menjadi praktik baku. Studi SBR yang sama menyarankan penyeimbangan rasio C:N:P untuk memaksimalkan BNR.

Untuk kualitas efluen reuse sekaligus footprint kompak, integrasi membran dalam biologi seperti MBR (membrane bioreactor) dapat dipertimbangkan pada tahap desain.

Presipitasi kimia fosfor

Metode kimia menambahkan koagulan berbasis logam untuk mempresipitasi fosfat. Reagen lazim termasuk alumunium sulfat, ferric chloride, ferrous sulfate, atau PAC (polyaluminum). Secara industri, efisiensi penghilangan P dengan koagulasi/ presipitasi sering >90% (researchgate.net).

Pada kasus brewery, kombinasi PAC + flokulan ZETAG 4139 dengan dosis ~675 mg/L PAC menghilangkan 95,5% total P dan 99,6% ortofosfat (mdpi.com). Secara praktis, jika masukannya ~20 mg/L P, efluen bisa turun ke level <1 mg/L. Untuk implementasi, pemilihan koagulan seperti PAC/ACH dan pengumpanan akurat via dosing pump menjadi aspek operasional utama.

Dampak sampingnya: penurunan organik cenderung moderat—BOD₅ turun ~34% dan COD ~26% (mdpi.com)—karena organik terlarut masih tinggi. Nitrogen total turun 51,8% karena nitrogen organik partikulat ikut terflokulasi (mdpi.com), tetapi nitrogen anorganik tersisa. Proses ini menghasilkan lumpur kimia: kadar padatan 4,5–5% dan sekitar 1,01 kg padatan kering per kg COD yang dihilangkan (mdpi.com). Unit pemisahan padatan seperti clarifier lazim dipadukan setelah koagulasi. Pemilihan coagulants dan flocculants yang sesuai karakter air menjadi kunci hasil.

Baca juga:

Cara Menghilangkan Haze Bir: Isinglass, Silica Gel & PVPP

 

Ringkasan perbandingan kinerja

Fosfor: BNR berbasis asimilasi/EBPR umumnya 50–70% penghilangan di sistem brewery (researchgate.net; pmc.ncbi.nlm.nih.gov), sering menyisakan P dua digit mg/L. Presipitasi kimia secara rutin mencapai ~95–99% (mdpi.com), membawa efluen ke low‑mg/L atau sub‑mg/L.

Nitrogen: BNR dengan nitrifikasi/denitrifikasi efektif 60–90% untuk NH₄‑N dan total N (tergantung rancangan) (researchgate.net; pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Koagulasi kimia tidak menargetkan N anorganik—sekitar 50% N total dapat turun karena partikel (mdpi.com).

Organik: BNR aerobik unggul (COD sering >90% turun; bukti lapangan menunjukkan ≈97% di Ethiopia) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Kimia sendiri hanya memangkas sebagian organik terlarut (≈25–35% BOD) (mdpi.com).

Biaya & jejak: BNR butuh volume reaktor dan kontrol operasi, tetapi minim konsumsi bahan kimia. Kimia bisa ditambahkan pada ruang lebih kecil, namun ada biaya reagen dan pengelolaan lumpur. Perkiraan kasar: 1–3 € bahan kimia per 1 kg P yang dipresipitasi dan menghasilkan ~5–10 kg lumpur basah per kg P. BNR menghasilkan biomassa kaya N/P (bukan lumpur berlogam).

Panduan desain berbasis batas buangan

ChatGPT Image Jan 14, 2026, 10_33_59 AM

Penilaian awal menautkan karakter air dengan batas setempat. Jika P harus <5 mg/L (atau lebih rendah), biologis saja cenderung belum cukup; polishing kimia diperlukan. Untuk batas nitrogen, volume anoksik yang memadai atau penambahan karbon eksternal dibutuhkan untuk denitrifikasi. Sebagai ilustrasi, saat batas TKN 30 mg/L dan TKN baku sekitar 50 mg/L, tahap nitrifikasi/anoksik dapat memenuhi target—selaras dengan kasus TN turun dari ~40 menjadi 17 mg/L (pmc.ncbi.nlm.nih.gov).

Strategi umum adalah BNR sekunder ditambah opsional polishing kimia P. Sistem aerob/anoksik—extended aeration, A2O, atau SBR—dirancang untuk ≈90% penghilangan BOD dan 50–80% N dan P. Jika biologi menyisakan ~9 mg/L P, dosis koagulan rendah (mis. alum/PAC) dapat menurunkannya ke ~1 mg/L. Bagi fasilitas dengan digester anaerob hulu, unit BNR bisa difokuskan pada polishing nutrien. Produk “end‑to‑end” seperti nutrient removal memadukan tahapan ini secara modular.

Contoh implementasi dan arah regulasi

Arah global cenderung memperketat nutrien (wwdmag.com), mendorong kombinasi proses. Di Kanada, beberapa brewery mengadopsi digester anaerob + polishing aerobik untuk memenuhi batas pembuangan sekaligus menangkap biogas (xylem.com). Kasus Ethiopia menunjukkan bahwa oksidasi standar meninggalkan 16,8 mg/L P—perlu optimasi EBPR atau presipitasi kimia (pmc.ncbi.nlm.nih.gov).

Di skala laboratorium Nigeria, sebuah SBR dengan fase aerob dan anaerob singkat mampu menghilangkan ~69% P dan ~69% NH₃ (researchgate.net), membuka opsi tuning pada bak aerasi eksisting (mis. pengaturan pembuangan lumpur dan selector anaerob). Alternatif berbasis lahan seperti fitoremediasi memberikan 54–80% TKN dan 51–70% PO₄‑P (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), cocok ketika target penurunan P moderat.

Target operasional dan kontrol proses

Penetapan target berbasis data membantu sizing. Jika P baku 50 mg/L dan limit 5 mg/L, target total penghilangan ≥90% menjadi rasional. Pemantauan efluen dengan analyzer daring atau uji lab periodik menjaga kepatuhan. Umur lumpur dipertahankan ≥10–15 hari untuk nitrifier, sementara rasio C:N:P sekitar 100:5:1 mendukung EBPR yang stabil. Penambahan tahap fermentasi/hidrolisis untuk menghasilkan VFA—sebagaimana ditekankan dalam EBPR yang ditingkatkan—dapat mengangkat kinerja (wwdmag.com).

Pemolesan kimia biasanya ditopang paket bahan kimia industri, dengan pilihan spesifik seperti ACH atau PAC. Integrasi dengan unit flotasi seperti DAF memudahkan pengelolaan lumpur, sementara ancillaries mendukung instrumentasi dan dosing dalam operasi harian.

Baca juga:

Panduan Filtrasi Bir: Jernih Maksimal, Hop Oils Tetap Hidup

 

Inti keputusan teknologi

Biologis (extended aeration, SBR, dll.) cost‑effective untuk organik dan nitrogen, tetapi rata‑rata hanya memberi penghilangan P sedang. Presipitasi kimia sangat efektif untuk polishing fosfor. Kombinasi keduanya—nitrifikasi/denitrifikasi di reaktor aerob/anoksik lalu koagulan—membuat target ketat tercapai konsisten. Data kuantitatif seperti 69% vs 95% penghilangan P (researchgate.net; mdpi.com) menjadi panduan ukuran: jika kebutuhan reduksi P melampaui kemampuan biologi, dosis kimia perlu disiapkan. Sebaliknya, untuk penurunan moderat, BNR yang ditingkatkan atau polishing lahan basah buatan bisa memadai (fitosistem 50–70% P; pmc.ncbi.nlm.nih.gov).

Semua keputusan perlu menimbang target kualitas efluen, biaya CAPEX/OPEX, dan strategi lumpur. Verifikasi asumsi dengan sampling lokasi dan pertimbangkan standar efluen setempat (mis. Permen LHK di Indonesia) serta kebutuhan badan air penerima.

Chat on WhatsApp 2212122qwa