Condensate polisher adalah peralatan yang digunakan dalam sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau instalasi industri lain yang menggunakan siklus uap tertutup, untuk memurnikan kondensat (air hasil kondensasi uap). Tujuannya adalah menjaga kualitas air umpan boiler agar tetap sangat murni dan mencegah korosi atau pengendapan di sistem.
Berikut penjelasan lebih rinci:
Fungsi utama
Condensate polisher berfungsi untuk:
-
Menghilangkan kotoran terlarut seperti ion natrium (Na⁺), klorida (Cl⁻), silika (SiO₂), dan zat organik.
-
Menangkap partikel padat atau karat yang mungkin terbawa dari pipa uap dan kondensor.
-
Menjaga konduktivitas air kondensat tetap sangat rendah (biasanya < 0,1 µS/cm).
Dengan cara ini, kualitas air umpan boiler tetap tinggi dan umur peralatan (seperti pipa, turbin, dan boiler) bisa lebih panjang.
Prinsip kerja
Condensate polisher bekerja berdasarkan pertukaran ion (ion exchange). Biasanya terdiri dari resin kation dan anion:
-
Resin kation menukar ion positif seperti Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺ dengan H⁺.
-
Resin anion menukar ion negatif seperti Cl⁻, SO₄²⁻, SiO₃²⁻ dengan OH⁻.
Gabungan H⁺ dan OH⁻ kemudian membentuk H₂O (air murni).
Lokasi dalam sistem
Condensate polisher ditempatkan setelah kondensor dan sebelum deaerator di jalur aliran kondensat. Jadi urutannya biasanya:
Turbin → Kondensor → Condensate Polisher → Deaerator → Boiler Feed Pump → Boiler
Tipe-tipe condensate polisher
-
Deep bed type – menggunakan lapisan resin tebal (biasanya 0,8–1 m), memiliki kapasitas tinggi, cocok untuk sistem besar.
-
Precoat type – resin halus dilapiskan pada filter, sering digunakan pada PLTU karena mudah diganti dan regenerasinya cepat.
Keuntungan
-
Menurunkan tingkat korosi.
-
Mengurangi downtime perawatan boiler.
-
Meningkatkan efisiensi dan keandalan pembangkit.

