Setiap bar hilang di pipa bertekanan tinggi langsung terkonversi menjadi biaya listrik. Data lapangan menunjukkan kerugian 4–8 bar hanya dari friksi dan fitting—setara 0.11–0.22 kWh/m³—yang harus ditebus oleh pompa.
Industri: Desalination | Proses: Energy_Recovery_Devices
Di jantung SWRO (seawater reverse osmosis) modern, duel senyap terjadi antara pompa bertekanan, pipa, dan perangkat pemulihan energi (ERD, Energy-Recovery Device). Dalam praktiknya, pabrik dapat kehilangan beberapa bar hanya di jaringan pipa (researchgate.net). Pada studi 1.000 m³/hari, penurunan ~1,3 bar di skid RO (56,5→55,2 bar) setara ~0,09 kWh/m³—sekitar 9% dari input ~1 kWh (researchgate.net).
Akibat bisnisnya jelas: setiap bar tambahan harus dibayar oleh pompa, menggunakan ~0,07–0,08 kWh per bar (researchgate.net). Dalam survei terburuk, friksi plus fitting mencapai ~4–8 bar (0,11–0,22 kWh/m³) (researchgate.net), membakar energi yang seharusnya mengalir ke membran.
baca juga:
Teknologi Wort Boiling Hemat Energi: Calandria, Vacuum & TVR
Desain pipa tekanan tinggi
Target utamanya sederhana: meminimalkan kehilangan gesek (friction losses). Menaikkan diameter pipa dan meluruskan jalur mengurangi head loss secara tajam. Dalam satu model, upsizing pipa RO 20% plus meminimalkan valve/fitting menurunkan rugi total dari 2,77 menjadi 1,61 bar—hemat ~1,16 bar atau ~0,08 kWh/m³ (researchgate.net).
Contoh lain pada sistem 500 m³/hari: rugi tekanan turun 1,08 bar (2,71→1,63 bar), menghemat ~0,074 kWh/m³ (researchgate.net). Diterjemahkan ke kas: hemat 0,08 kWh/m³ pada $0,10/kWh berarti ~$0,008/m³; untuk pabrik 10.000 m³/hari itu ~800 kWh/hari (~$80/hari).
Material dan fitting bertekanan
Pilih pipa halus dan tahan korosi—misalnya stainless steel atau FRP—yang sesuai tekanan desain (gaya ASME‑B31.3). Setiap siku, katup, atau kontraksi mendadak menambah ~0,1–0,3 bar kehilangan (researchgate.net). Hindari kenaikan elevasi di hisap pompa; dan jauhkan valve throttling yang tidak perlu, karena tiap katup kontrol kecil bisa menambah 0,1–0,5 bar.
Dampaknya kumulatif. Jika pompa 55 bar “terbakar” 5 bar di pipa, itu sendiri menghabiskan ~0,4 kWh/m³ (researchgate.net). Sistem yang dirancang baik menahan rugi <2 bar (≈0,08 kWh/m³; researchgate.net). Di konteks SWRO modern ~2–3 kWh/m³, hemat ~0,1–0,2 kWh/m³ itu signifikan.
Integrasi ERD dan jalur konsentrat
ERD (perangkat pemulihan energi berbasis tekanan dari brine) ditempatkan di antara membran RO dan pompa. Skema umum: booster pump dengan VFD (Variable‑Frequency Drive: pengatur kecepatan motor), high‑pressure pump/HPP (pompa bertekanan tinggi), dan ERD (Pelton turbine atau isobaric exchanger) di aliran brine. Contoh, Palmachim SWRO menggunakan booster pump + VIVID serta HPP + soft‑start untuk memberi makan Pelton ERD (crenger.com).
Tata letak pipa: dari RO skid ke inlet ERD, lalu discharge ERD kembali ke feed line di antara booster dan HPP (crenger.com). Jalur ini memindahkan brine bertekanan tinggi ~30–50% dari laju feed pada tekanan discharge pompa. Transisi halus (long‑radius elbow, belokan lembut) krusial karena friksi di loop ERD langsung mengurangi energi yang dipulihkan; target rugi di suction + discharge ERD ~0,5–1 bar.
Efisiensi perangkat: exchanger isobarik modern (mis. Danfoss/MEFI PX) memulihkan ~95–98% energi tekanan brine—lebih tinggi dari tipe turbin (~70–85%) (danfoss.com). Danfoss MPE 70 (motor‑driven PX) menawarkan efisiensi energi “tak tertandingi” dan operasi aman pada variasi aliran dengan meniadakan overspeed rotor (danfoss.com).
Sistem kontrol dan instrumentasi
PLC/DCS (Programmable Logic Controller/Distributed Control System) mengoordinasikan pompa, ERD, dan katup untuk menjaga setpoint—biasanya tekanan atau laju produk. Sensor kunci: pressure transducer di inlet/outlet membran, flowmeter feed/permeate, serta meter konduktivitas/TDS. Loop PID memodulasi aktuator.
Kontrol kecepatan pompa: booster ber‑VFD dan motor HPP dengan soft‑starter umum digunakan. Desain menggunakan booster ber‑VFD dan HPP dengan thyristor soft‑starter (crenger.com; crenger.com). VFD meramp tekanan feed secara halus; soft‑start menahan lonjakan torka/arusi untuk menghindari stres listrik (crenger.com).
Katup dan setpoint: katup kontrol dipakai saat startup/shutdown saja, normalnya “wide open”. Throttling dihindari karena membuang head dan memicu kavitasi (crenger.com). PLC meramp kecepatan pompa ke target tekanan; di Palmachim, bypass normally‑closed hanya dipakai untuk closed‑circuit khusus (crenger.com).
Kecocokan dinamis: HPP dan ERD bekerja sebagai pasangan torka. ERD sering dijalankan “pressure‑following”—menyerap tekanan brine dan membantu pompa. ERD canggih seperti MPE 70 terintegrasi ke otomasi; motor internalnya memungkinkan kontrol kecepatan aktif untuk mencegah overspeed dan menyesuaikan perubahan aliran (danfoss.com). Instrumentasi melacak tekanan discharge pompa dan inlet ERD secara terpadu.
Startup bertahap terkontrol
Startup/shutdown adalah fase paling kritis secara dinamik. Vendor membran umumnya menetapkan batas laju perubahan tekanan (pressure slew) sekitar 0,5–0,7 bar/detik di inlet (crenger.com). Sistem otomatis dibutuhkan agar tetap dalam batas ini.
Contoh urutan lima langkah (Palmachim): (1) start booster dengan VFD pada ramp tertentu (mis. 1 bar/detik) hingga ~12 bar. (2) putar HPP dan ERD tanpa daya motor (torka booster) sehingga keduanya free‑wheel hingga tekanan naik (~30 bar dalam ~40 detik) (crenger.com). (3) masukkan motor HPP dengan ramp arus/tegangan (soft‑start) sampai kecepatan penuh dan tekanan desain (~60 bar) dalam puluhan detik (crenger.com). Sepanjang fase, PLC memantau umpan balik tekanan dan menahan ramp <0,7 bar/detik (crenger.com).
Setelah ~40 detik spinning terkendali, tekanan HPP naik perlahan, lalu motor menyelesaikan puluhan bar terakhir (crenger.com). Strategi ini menghindari pembukaan katup mendadak yang memicu kavitasi dan menuntut oversize motor 15–20% (crenger.com).
Pengolahan Limbah Pabrik Bir Agar Fosfor & Nitrogen Lolos Baku Mutu
Shutdown terukur dan bypass sirkulasi

Pada shutdown, langkah dibalik: kecepatan booster diturunkan perlahan. Soft‑stop di HPP (ramp tegangan/arus turun) mencegah drop cepat; tanpa kontrol, tekanan dapat jatuh 60→40 bar dalam 3 detik, sedangkan soft‑stop memperlambat menjadi ~1 bar/detik (crenger.com). Sistem juga kerap membuka katup resirkulasi untuk flushing membran.
Sejumlah desain menyediakan mode “turbocharger” intermediate: saat lintas hilir trip, loop membran disirkulasikan pada aliran berkurang (~35–45%) tanpa produksi, menjaga tekanan dan memudahkan restart (crenger.com). Interlock berbasis level tangki, arus pompa, dan trip keselamatan aktif sepanjang proses. Urutan start/stop divalidasi lewat simulasi dinamik—memodelkan kurva pompa, profil torka motor, peta ERD, resistansi pipa, dan performa membran (crenger.com).
Dampak energi yang terukur
Setiap bar head yang dihemat lewat diameter pipa lebih besar atau elbow lebih sedikit memangkas ~0,07–0,08 kWh per m³ (researchgate.net). Desain buruk memaksa pompa oversize dan membuang energi di throttling. Sebaliknya, start/stop cerdas—soft‑starter dan urutan berbasis model—mengurangi downtime dan keausan membran (crenger.com; crenger.com). Biaya soft‑start (~15–30% dari biaya motor) jauh lebih kecil ketimbang penggantian membran prematur atau kehilangan produksi (crenger.com).
Bagi tim kontrol & instrumentasi, sasaran terukur adalah menjaga semua ramp transisi ≤0,7 bar/detik dan memodelkan tiap skenario. Hasilnya kuantitatif: kWh/m³ turun, spike tekanan lebih sedikit, dan umur aset lebih panjang—fondasi ROI pabrik desalinasi. Semua praktik ini langsung menyentuh inti operasi skid membran seperti RO/NF/UF, tempat setiap bar dan setiap fitting menentukan efisiensi.
Limbah Bir Jadi Energi & Air Bersih: Biogas, MBR-RO, dan ROI
Rujukan data dan studi kasus
Choi dkk. (2020) menganalisis pabrik SWRO Korea dan melaporkan total rugi pipa HP ~4–8 bar (0,11–0,22 kWh/m³) serta menunjukkan upsizing pipa sederhana dapat memangkas rugi ~1,08–1,16 bar (researchgate.net; researchgate.net). Operator Palmachim SWRO mendokumentasikan startup tanpa valve melalui VFD dan soft‑starter untuk memenuhi batas ramp ~0,7 bar/detik (crenger.com; crenger.com). Data pabrikan (mis. Danfoss MPE 70) menekankan manfaat ERD “smart” dengan kontrol motor untuk mencegah overspeed rotor (danfoss.com).
