Sistem Penghilangan Fluorida Limbah Chip: pH, Ca, dan CaF2

Etching wafer berbasis HF (asam fluorida) melahirkan air limbah super-asam dengan fluorida ratusan hingga ribuan mg/L. Solusinya terbukti: presipitasi kalsium yang dikendalikan ketat—namun pH, rasio Ca/F, dan pengelolaan lumpur CaF₂ menentukan biaya dan kepatuhan.

Industri: Semiconductor | Proses: Wastewater_Treatment

Di balik kilau fabrikasi semikonduktor, ada satu stream yang tak dapat ditawar: air limbah etching kaya fluorida (F⁻) yang sangat asam. Literatur klasik melaporkan konsentrasi F⁻ lazimnya ≳100–1000 mg/L di aliran etch wafer berbasis HF (Chang & Liu, 2007). Banyak yurisdiksi menargetkan baku mutu sekitar 10 mg/L atau lebih rendah; satu studi mematok 10 mg/L, yang berarti perlu ~99%+ removal dari influen 1800 mg/L (Zhou et al., 2023). Dalam praktiknya, regulasi Indonesia kemungkinan serupa—Permen LH untuk industri lazimnya 4–10 mg/L, sementara WHO untuk air minum 1,5 mg/L. Pada beban setinggi ini, presipitasi kimia untuk mengubah F⁻ menjadi padatan CaF₂ unggul; alternatif seperti adsorpsi atau membran cenderung kurang efektif atau jauh lebih mahal pada F tinggi (Chang & Liu, 2007) (Chang & Liu, 2007).

Baca juga:

Efisiensi UPW di Fab: Teknologi Rinse & Daur Ulang Air 98%
 

Beban fluorida dan konteks baku mutu

Target 10 mg/L F⁻ mendorong desain proses yang akurat. Zhou dkk. menunjukkan pada air limbah 1800 mg/L F⁻, mencapai ~10 mg/L artinya 99,49% defluorination (ACS ES&T Water, 2023). Sementara itu, capaian air minum (<0,5 mg/L) mensyaratkan >99,5% removal. Data di atas menempatkan presipitasi CaF₂ sebagai tulang punggung, dengan polishing tambahan bila dibutuhkan.

Reaksi presipitasi kalsium (CaF₂)

Inti prosesnya sederhana: Ca²⁺ + 2 F⁻ → CaF₂(s). Dua reagen lazim: lime (Ca(OH)₂ atau CaO) dan kalsium klorida (CaCl₂). Lime memasok Ca²⁺ sekaligus menaikkan pH, namun pelarutannya lambat, perlu penanganan slurry, dan berisiko presipitasi karbonat (CaCO₃) bila CO₂ hadir. CaCl₂ larut seketika tanpa menaikkan pH; ia dipakai “mengganti lime” untuk limbah berkonsentrasi tinggi 1800 mg/L F⁻ oleh Zhou dkk. (ACS ES&T Water, 2023). Konsekuensinya, Cl⁻ bertambah dan mungkin butuh langkah penurunan klorida (misalnya presipitasi dengan Ba atau Al) bila baku mutu klorida ketat (Bull. Natl. Res. Ctr., 2022).

Stoikiometri dan neraca massa

Satu mol CaF₂ (78 g) terbentuk dari 1 mol Ca dan 2 mol F. Menghilangkan 1 mg F mengonsumsi 1,98 mg Ca dan menghasilkan ~2,05 mg CaF₂. Artinya, mengolah 1000 mg/L F⁻ hingga mendekati nol membentuk ~2,05 g/L lumpur CaF₂. Pada kasus Zhou (1800 mg/L), terbentuk ~3,7 g/L CaF₂ (ACS ES&T Water, 2023).

Optimasi pH operasi

pH adalah tuas terpenting. pH terlalu rendah (<5) membentuk HF (F⁻ tetap terlarut), pH terlalu tinggi (>8–9) membuat OH⁻ berkompetisi dan membentuk Ca(OH)₂/CaCO₃ non-target (Sinharoy & Lee, 2024). Studi yang sama menunjukkan optimum di pH ≈6, dengan 81,8% removal F dan 96,6% efisiensi kristalisasi CaF₂; efisiensi turun di pH lebih rendah atau lebih tinggi (Int. J. Mol. Sci., 2024). Pada limbah sangat asam yang diangkat ke pH 8,5 dengan CaCl₂, Zhou dkk. justru mendapatkan aglomerat CaF₂ lebih besar dan mudah mengendap, mencapai 99,49% defluorination (~10 mg/L) (ACS ES&T Water, 2023). Chang & Liu (2007) menunjukkan efluen F⁻ <15 mg/L pada pH 6,5–8,5 (J. Environ. Eng., 2007).

Rasio Ca²⁺/F⁻ dan dosis kalsium

Rasio molar Ca²⁺/F⁻ optimum berada dekat stoikiometri 0,5 (1 Ca per 2 F). Secara praktis, sedikit kelebihan Ca sering dipakai untuk menutup kerugian proses. Banyak studi menemukan kinerja puncak di atau sedikit di atas 0,5: Sinharoy dkk. melaporkan 94,8% kristalisasi pada Ca²⁺/F=0,5 (ResearchGate, 2024); Zhou dkk. mencapai 99,49% removal pada 0,5 (ACS ES&T Water, 2023), dan Chang (2007) juga beroperasi dekat 0,5 untuk memenuhi spesifikasi efluen (J. Environ. Eng., 2007). Overdosing Ca memperbesar volume lumpur (Ca(OH)₂/CaCO₃ berlebih) tanpa meningkatkan removal; underdosing meninggalkan F⁻ residu.

Contoh perhitungan desain

Pada influen 1000 mg/L F⁻ (≈52,6 mmol/L), target Ca²⁺/F=0,5 memerlukan 26,3 mmol/L Ca²⁺ (≈1,05 g/L Ca²⁺ atau ≈4,3 g/L CaCl₂) dan menghasilkan ≈2,05 g/L CaF₂. Angka-angka ini memandu sizing penyimpanan kimia dan sistem dosing. Uji percontohan—termasuk oleh Cambustion, Chang, dan Zhou—menegaskan removal ~95–99% saat kondisi ini dipenuhi dan flokulasi dibantu (ACS ES&T Water, 2023) (Water Sci. Technol., 2024) (Int. J. Mol. Sci., 2024).

Rancangan unit proses dan kendali

6a5766a5-4690-4142-a3b1-7046002690e2

Sistem praktis presipitasi CaF₂ umumnya mencakup: equalization tank (menetralkan fluktuasi limbah HF), tahap penyesuaian pH (NaOH atau lime ke rentang 6–8), reaktor presipitasi (pencampuran CaCl₂ atau Ca(OH)₂), dan pemisahan padat-cair. Untuk dosing yang presisi pada rasio Ca/F≈0,5–0,6, penggunaan pompa dosing seperti dosing pump membantu menjaga stoikiometri dan mencegah overdosing.

Sebelum pemisahan akhir, koagulan/flokulan sering ditambahkan. Chang (2007) menemukan kristal CaF₂ halus “diflokulasi oleh PAC (polyaluminum chloride) dan PAA (polyacrylamide)” demi sedimentasi yang lebih cepat (J. Environ. Eng., 2007). Dalam konfigurasi pabrik, flokulasi dapat diikuti klarifikasi menggunakan peralatan seperti clarifier atau lamella settler, dan bila butuh polishing, filtrasi membran mikro/ultrafiltrasi. Tahap polishing ini selaras dengan aplikasi ultrafiltration untuk menangkap CaF₂ submikron.

Outcome desain yang terukur meliputi: dosis Ca (g/L), setpoint pH, waktu pencampuran, dan dosis koagulan. Pada Ca²⁺/F=0,5 dan pH 8,5, Zhou menurunkan 1800 mg/L menjadi ~10 mg/L (99,49% removal) (ACS ES&T Water, 2023). Pada limbah sintetis 200 mg/L, protokol “icy-lime” mencapai >95% removal ke 8,64 mg/L (Water Sci. Technol., 2024). Untuk target efluen 5–10 mg/L industri, ini setara ≈95–99% removal; sedangkan <0,5 mg/L (tingkat air minum) memerlukan >99,5% removal. Perlu dicatat, presipitasi CaF₂ saja lazim “mentok” sekitar ~10–15 mg/L F⁻ (Chang & Liu, 2007), sehingga angka satu digit mg/L menuntut mixing/flokulasi yang rapi.

Baca juga:

Panduan Aman Kimia Cleaning Wafer: Dari Gudang ke Limbah B3
 

Langkah operasional kunci

Penyesuaian pH: influen sangat asam (sering pH 1–3) dinaikkan ke target 6–8. Bila CaCl₂ dipakai (tidak menaikkan pH), basa seperti NaOH perlu didahulukan; sebagian fasilitas memilih lime agar Ca dan pH naik serentak. Penambahan Ca: larutan CaCl₂ atau slurry lime (Ca(OH)₂) diinjeksikan ke tangki pencampur dengan kontrol rasio Ca/F ≈0,5–0,6 dan monitoring online (ion chromatography atau ion‑selective electrode untuk F⁻, atau kontrol stoikiometri). Flokulasi: penambahan beberapa mg/L koagulan seperti PAC atau solusi umum coagulants, serta flocculants polimer (mis. polyacrylamide) mempercepat pengendapan CaF₂ halus. Pemisahan: sedimentasi atau dewatering via filter press/centrifuge; pada sistem lanjutan, membran mikro/UF memoles efluen sembari memusatkan padatan—beberapa desain menggabungkan presipitasi dengan filtrasi membran keramik.

Data kinerja yang konsisten

Zhou (2023): influen 1800 mg/L F⁻ → ~10 mg/L (99,49% removal) pada Ca²⁺/F=0,5 dan pH=8,5 (ACS ES&T Water). Cao (2024): >95% removal pada 200 mg/L F⁻ sintetis dengan “icy‑lime”, menjadi 8,64 mg/L (Water Sci. Technol.). Chang & Liu (2007): efluen <15 mg/L dengan Ca/F≈0,5 dan pH 6,5–8,5 (J. Environ. Eng.). Ringkasnya, sistem presipitasi CaF₂ yang terkontrol baik mampu menurunkan fluorida 90–99% (lihat juga referensi umum tentang sumber dan penanganan fluorida oleh Wan dkk., 2021, Bull. Natl. Res. Ctr., 2022; serta catatan bahwa pada industri mikroelektronik, koagulasi‑presipitasi sering menjadi opsi otomatis BNRC, 2022).

Karakter dan volume lumpur CaF₂

Setiap 1 g F yang dipindahkan menghasilkan ~2,05 g CaF₂. Praktisnya, 1000 mg/L F⁻ → ~2,05 g/L lumpur; pada 1800 mg/L, ~3,7 g/L (Zhou, 2023). Kuantitas ini menentukan sizing thickener, filter press, dan biaya pembuangan.

Kemurnian/komposisi bervariasi: Cao (2024) memulihkan CaF₂ nanopartikel (<600 nm) dengan kemurnian 93,5% pada kondisi optimal (Water Sci. Technol.). Namun, studi lain pada “fluorine‑containing sludge” nyata hanya menemukan 30–60% CaF₂; sisanya lime, CaCl₂, koagulan, dll., yang menyulitkan pemisahan (Processes, 2024). Ukuran partikel segar cenderung sangat halus; Zhang (2016) dan Sinharoy (2024) mencatat ukuran submikron, dan tanpa flokulasi, Chang (2007) melihat “settleability” yang buruk (J. Environ. Eng.).

Penanganan, pembuangan, dan safety

Setelah pemisahan (sedimentasi/filtrasi), cake basah CaF₂ (sering 70–80% kelembapan) didewatering dengan filter press atau centrifuge. Cake semi‑kering cenderung berat dan berbentuk bubuk. Sebagian besar regulasi mewajibkan uji pelindian (TCLP) sebelum landfill; CaF₂ sendiri berkelarutan rendah (K_sp ≈ 3,9×10⁻¹¹) sehingga tidak mudah terlarut, namun kehati‑hatian tetap perlu. Bahkan pada 30% solids pascadewatering, lumpur CaF₂ berat (≈2 kg/L basah); debu partikel halus saat penanganan harus dikendalikan. Dalam rezim ketat, sludge fluorida bisa digolongkan B3 bila HF masih ada; memastikan supernatan <10 mg/L F⁻ (sebagaimana dicapai presipitasi) membantu menghindari hal itu.

Pemanfaatan kembali dan opsi material

Opsi reuse menekan biaya pembuangan. Jalur pemulihan asam: mereaksikan CaF₂ dengan asam sulfat untuk meregenerasi HF dan gipsum, memungkinkan sirkularitas fluorida. Pendekatan lain: inkorporasi sludge ke keramik/gelas silikat. Takaya dkk. (2010) menunjukkan campuran sludge:glass 60:40 menurunkan titik leleh menjadi 1163 °C (vs 1378 °C untuk CaF₂ murni) dan memfiksasi kontaminan; matriks glass‑ceramic ini terbukti mengikat >90% logam berat (Proc. Ceram. Soc. Jpn., 2010) (PubMed). Sebaliknya, solidifikasi berbasis semen menantang: Kim & Qureshi (2011) mendapati campuran sludge CaF₂ dengan fly ash dan lime gagal memenuhi kuat tekan standar karena sludge menghambat hidrasi (J. Environ. Eng. Sci., 2011).

Implikasi biaya dan desain sistem

Setelah biaya kimia, pengelolaan lumpur sering menjadi pendorong biaya utama. Strategi minimalisasi: hindari overdosing Ca dan optimalkan flokulasi. Data pilot menunjukkan reuse sangat mungkin: kemurnian CaF₂ >93% membuka peluang daur ulang material (Water Sci. Technol., 2024). Tanpa reuse, rencana harus mencakup pengentalan/pres, penyimpanan aman, dan biaya pembuangan.

Baca juga: 

Wafer Cleaning 3 nm: Kimia, Proses, dan Metrologi Penentu Yield
 

Catatan sumber dan konteks

Konten ini merangkum: Chang M.F. & Liu J.C. (2007) J. Environ. Eng. dan catatan “minimum F concentration” (tautan), Zhou L. dkk. (2023) ACS ES&T Water, Cao S. dkk. (2024) Water Sci. Technol., Sinharoy A. & Lee G.-Y. (2024) Int. J. Mol. Sci. dan analisis pH, Bulletin Natl. Res. Ctr. (2022) referensi umum fluorida dan catatan klorida (tautan), serta opsi proses otomasi pada mikroelektronik (tautan). Riset terkait sludge: Kim & Qureshi (2011) J. Environ. Eng. Sci., Takaya dkk. (2010) Proc. Ceram. Soc. Jpn., dan karakterisasi komposisi sludge (MDPI Processes).

Chat on WhatsApp