Pabrik Bir Tangkap CO₂ Fermentasi: Teknologi, Manfaat & ROI 1–5 Tahun

Fermentasi bir melepas 3–6 kg CO₂ per hL, sementara kebutuhan karbonasi rata-rata hanya ~3 kg per hL. Teknologi pemulihan terbaru menangkap 50–80% gas itu dan memurnikannya hingga 99,998%—dengan payback 1–5 tahun di pasar yang tepat.

Industri: Brewery | Proses: Fermentation

Bir modern menyimpan paradoks industri: CO₂ yang dibutuhkan untuk karbonasi justru dibuat gratis oleh ragi—lalu dibiarkan lepas ke udara. Data industri menunjukkan fermentasi lazimnya melepas 3–6 kg CO₂ per hektoliter (hL; 1 hL = 100 liter), setara 30–60 g per liter Atlas Copco ResearchGate. Bahkan, Atlas Copco melaporkan produksi sekitar ~4 kg/hL sementara kebutuhan karbonasi ~3 kg/hL—artinya pabrik bir kerap menghasilkan lebih banyak CO₂ daripada yang dipakai Atlas Copco.

Skala ini terasa bahkan di level rumahan: satu contoh batch 20 L melepas kira-kira 1,3 kg CO₂ (≈60 g/L) HomebrewTalk. Teknologi pemulihan (CO₂ recovery) state-of-the-art menangkap sekitar 2–2,5 kg/hL dari kira-kira 4,2 kg/hL gas yang dihasilkan, dan desain refrigerasi multi-tahap mampu mendorong hasil hingga ~3,5 kg/hL—secara praktis memberi efisiensi tangkap 50–80% ResearchGate ResearchGate—sering kali setara atau melebihi kebutuhan CO₂ on‑site Atlas Copco.

Waktu juga menentukan kualitas gas. Pada hari-hari awal fermentasi, CO₂ membawa alkohol, sulfida, dan volatil lain (VOC; volatile organic compounds) yang mengganggu mutu TPI. Setelah ~24 jam, kadar CO₂ umumnya melampaui 95% TPI ResearchGate, sehingga sistem harus men-scrub sisa O₂, N₂, dan by‑product fermentasi untuk mencapai standar food/beverage‑grade.

Baca juga:

Kontrol pH, Suhu & Alkalinitas Sparge untuk Bir Jernih

Jalur koleksi gas fermentasi tertutup

Prinsipnya sederhana: alih-alih membuang, outlet gas fermentor disegel rapat dan dihubungkan ke rangkaian pemulihan. Setiap tangki dipasangi pipa vent tertutup dan jalur konveyansi untuk menarik CO₂ fermentasi CNC Cryogenic. Untuk mencegah carryover busa/yeast slurry, industri memakai foam condenser/trap atau demister sebelum gas memasuki unit pemulihan TPI.

Pre‑treatment sederhana seperti filtrasi partikel halus dapat ditambahkan agar kompresor dan kolom adsorben terlindungi. Banyak pabrik menggunakan cartridge filter higienis—contohnya housing sanitari yang dirancang untuk aplikasi pangan seperti SS cartridge housing—untuk menangkap droplet dan padatan mikro sebelum tahap pengeringan dan kompresi. Untuk elemen filternya sendiri, opsi umum adalah cartridge filter yang kompatibel dengan layanan gas food-grade.

Pencucian air, dehumidifikasi, dan pengeringan

Gas yang terkumpul terlebih dulu dibersihkan dari pengotor besar. Langkah standar adalah water wash atau dehumidifier: CO₂ dibuihkan melalui air dingin atau melewati koil berpendingin untuk menghilangkan uap air dan alkohol larut air CNC Cryogenic. TPI “Early Recovery” menempatkan scrubbing tower untuk melucuti kontaminan terlarut dan busa terikut, sekaligus menurunkan amonia, etanol, ester, dan sejenisnya sebelum kompresi TPI. Dehumidifier dan water trap menguras kelembapan dari gas mentah yang diketahui memuat uap air, organik volatil, dan by‑product fermentasi lainnya CNC Cryogenic.

Kompresi bertahap dan pendinginan

Berikutnya CO₂ dikompresi bertahap (multi‑stage) dengan kompresor oil‑free—umumnya tahap awal ke ~7–10 bar, intercooling, lalu tahap akhir ke ~50–70 bar atau lebih. Kompresor CO₂ dibangun khusus dan perlu oil‑free serta tahan korosi karena CO₂ yang bertemu hidrokarbon dapat membentuk asam karbonat Atlas Copco (ID). Tekanan memampatkan volume, mempermudah pengeringan, dan menyiapkan gas untuk dikondensasikan.

Banyak sistem menambahkan gas chilling pra‑kompresi untuk membekukan uap air tambahan dan mengondensasikan volatil berat. Desain lanjutan bahkan menurunkan suhu hingga ~–50 °C, yang dalam studi meningkatkan hasil pemulihan ke ~3,5 kg/hL ResearchGate ResearchGate. Setelah pengeringan awal, gas dikompresi lalu diproses lewat absorber dan bed karbon aktif untuk mencapai food‑grade CNC Cryogenic. Untuk line gas bertekanan, housing filter industrial yang tepat—seperti steel filter housing—lazim dipakai sebagai pengaman partikel dan oil mist residual.

Pada aplikasi storage, keluaran dapat memenuhi spesifikasi bottle‑grade dengan O₂ tersisa di bawah 5 ppm (ppm: parts per million, satuan jejak) Pentair.

Pemurnian karbon aktif dan desikan regenerable

CO2-Recovery-Plants-Main

Setelah kompresi, jejak organik dan senyawa sulfur yang memengaruhi rasa tetap harus dihapus. Kontaminan utama mencakup hydrogen sulfide (H₂S), dimethyl sulfide (DMS), merkaptan, asetaldehida, serta alkohol/ester berat dari wort Norit. Industri memurnikan gas bertekanan ini dengan adsorben, terutama karbon aktif. Media activated carbon dikenal efektif mengadsorpsi senyawa sulfur dan aroma pada konsentrasi sangat rendah; Norit memasarkan grade khusus CO₂ brewing untuk melucuti H₂S, DMS, dan merkaptan Norit.

Umumnya, pengering desikan (desiccant dryer; pengering berbasis adsorben) disusun sebagai twin tower untuk operasi kontinyu, lalu diikuti kolom karbon aktif yang bisa diregenerasi. Desain TPI “Early Recovery” menegaskan dua tangki desikan yang bergantian mengeringkan CO₂ dan tower karbon aktif regenerable yang bertanggung jawab menghapus senyawa berbau TPI. Sisa O₂/N₂ bisa diturunkan lagi via kondensasi kriogenik atau molecular sieve bila diperlukan; studi teknis menunjukkan pemolesan akhir dapat mencapai kadar O₂ ≈5 mg/kg di aliran akhir ResearchGate ResearchGate.

Penting: CO₂ “awal” yang volatil (sering <95% murni) biasanya dihindari. Banyak pabrik baru mulai recovery setelah puncak emisi VOC; 24–48 jam pertama sering saja dibuang atau dibakar (flaring) karena basah dan kaya off‑flavor—mengambil terlalu dini akan menjatuhkan kemurnian drastis ResearchGate TPI.

Dengan train pemurnian yang benar, CO₂ hasil recovery mencapai ≥99,9%—Dalum menyebut “setidaknya 99,9%” murni, hanya berasal dari “pabrik ragi” tanpa risiko kontaminasi benzena/metanol/hidrokarbon Dalum. Praktiknya, sistem modern mencapai 99,99–99,998%; satu studi melaporkan 99,998% (≈5 ppm O₂) ResearchGate, dan unit TPI melaporkan >99,998% setelah stripper/purifier TPI TPI. Banyak pabrik melaporkan tidak ada dampak sensori dari CO₂ hasil daur ulang ketika pemurnian dilakukan dengan benar; Dalum menulis gas daur ulang ini “berkualitas tertinggi” dan sesuai standar ketat seperti Reinheitsgebot dan kosher Dalum.

Baca juga:

Sanitasi Packaging Brewery: Panduan PAA, ClO₂ & ATP Test Efektif

Alur proses pemulihan CO₂

  1. Capture: CO₂ dari fermentor dialirkan lewat pipa tertutup dengan foam trap CNC Cryogenic TPI.
  2. Water wash: gas melewati kondensor/menara untuk mengeluarkan kelembapan dan volatil larut air CNC Cryogenic TPI.
  3. Compression: gas kering dipompa dengan kompresor oil‑free bertahap.
  4. Drying: pengering desikan twin tower untuk menghapus sisa air TPI.
  5. Filtration: CO₂ bertekanan melalui absorber dan bed karbon aktif guna melucuti sulfur/organik CNC Cryogenic TPI.
  6. Liquefaction: pendinginan dan kompresi lanjut untuk mengondensasikan CO₂ CNC Cryogenic.
  7. Polishing (opsional): stripper kriogenik untuk membekukan non‑CO₂, menghasilkan cairan ultra‑murni TPI TPI.
  8. Storage: CO₂ cair disimpan di tangki kriogenik berisolasi, siap dipakai/diuapkan kembali CNC Cryogenic TPI.

Kinerja sistem dan keluaran terukur

Eddyline-003-1

Kapasitas recovery disesuaikan laju produksi gas. Pentair CO₂mpactBrew, misalnya, memulihkan 25–160 kg/jam dan muat dalam container 40’ high cube Pentair. Maui Brewing mengoperasikan sistem ~100 lbs/jam (≈45 kg/jam) dan menangkap kira-kira 20.000 lbs per bulan (~9.000 kg) Craft Brewing Business. Pada skala 50 hL, sekali brew menghasilkan ~200–300 kg CO₂; operasi multi‑batch mudah menghasilkan 10.000–100.000 kg/tahun untuk ditangkap.

Kemurnian keluaran biasanya >99,9% v/v CO₂, dengan hasil studi hingga 99,998% dan O₂ akhir sekitar 5 ppm ResearchGate TPI. Fitur keselamatan umum mencakup kontrol back‑pressure pada fermentor, instrumentasi otomatis (flow, tekanan, sensor kemurnian) untuk alarm bila terjadi kebocoran/off‑spec, dan switching otomatis untuk regenerasi desikan dengan purge CO₂ panas atau uap. Norit memasarkan karbon aktif yang dapat diregenerasi in‑place dengan steam purge Norit.

Biaya modal, OPEX, dan contoh ROI

Biaya modal (CAPEX) unit recovery terpaket untuk pabrik kecil berkisar ~USD 100.000–200.000 terpasang. Earthly Labs “CiCi” dilaporkan sekitar ~USD 100.000 (Grey Sail Brewing), dan instalasi lengkap bisa mencapai ~USD 150.000 Craft Brewing Business ShunBeer. Dalum menawarkan modul yang menskala dari puluhan kW (USD 50k+) hingga unit lebih besar, sementara paket industrial skid/container bisa beberapa ratus ribu dolar. Biaya tambahan mencakup pemipaan fermentor, foam trap, shelter/ventilasi, dan tangki kriogenik CO₂.

OPEX utama adalah listrik untuk kompresor dan refrigerasi. Kompresor CO₂ efisien menarik daya beberapa kW hingga puluhan kW; total energi tahunan beberapa MWh. Penggunaan air bisa naik bila ada water scrubbing atau steam regeneration, namun banyak sistem memakai loop tertutup. Consumable seperti desikan dan karbon aktif diganti tiap 6–12 bulan bila tidak diregenerasi; beberapa vendor (Dalum) mengklaim desain yang mengeliminasi filter sekali pakai Dalum. Perlengkapan pendukung seperti pompa dosing dan instrumen sering dikelompokkan dalam paket water treatment ancillaries untuk memudahkan operasi menara cuci.

Penghematan pasokan: CO₂ bulk food‑grade lazimnya ~USD 100–300 per ton (≈USD 0,05–0,15 per lb) di masa normal, namun periode 2019–2022 menunjukkan volatilitas pasokan dan harga regional yang melonjak Craft Brewing Business ShunBeer. Sebuah pabrik 10.000 hL/tahun menghasilkan ~50 ton CO₂ fermentasi; menangkap 80% menghasilkan ~40 ton/tahun “gratis”—senilai USD 8.000/tahun pada harga USD 200/ton. Maui Brewing mencatat tangkapan 272 ton/tahun (600.000 lb), menghemat puluhan ribu dolar per tahun Craft Brewing Business. Sebaliknya, bila harga CO₂ USD 50/ton, manfaat moneter mengecil.

ROI: klaim industri berkisar ~2–5 tahun. Atlas Copco menyebut payback rata-rata ~2 tahun Atlas Copco, Grey Sail Brewing memperkirakan ~5 tahun untuk sistem ~USD 100.000 Craft Brewing Business. Vendor Hypro menambahkan bahwa di wilayah dengan harga CO₂ tinggi, BEP dapat 1–2 tahun, dan kampanye mereka menyebut penghematan penggunaan CO₂ >40% Hypro Hypro.

Contoh ROI: pabrik 20.000 hL/tahun menghasilkan ~80 ton CO₂. Jika 70% (~56 t) ditangkap, penggantiannya bernilai ~USD 11.000/tahun pada USD 200/ton—maka sistem USD 150.000 lunas ≈14 tahun. Pada USD 400/ton, penghematan menjadi ~USD 22.000/tahun; payback ≈7 tahun. Tambahan kecil dari pemanfaatan panas kompresor dan peluang insentif (misal, kredit karbon dalam konteks penetapan harga karbon Indonesia) dapat mempercepat sedikit Hypro. Di banyak pasar, laporan menyebut payback 1–5 tahun Craft Brewing Business Hypro.

Manfaat operasional dan jejak karbon

Manfaat langsungnya: pengurangan pembelian CO₂ eksternal secara signifikan—Grey Sail dan Maui mencatat penurunan drastis belanja gas Craft Brewing Business Pentair. Beberapa pabrik bahkan mandiri 100% dan membotolkan surplus—Svaneke Bryghus (Denmark) mencapai titik tersebut Dalum. Keamanan pasokan meningkat di wilayah dengan pasar CO₂ tidak stabil; Maui (Hawaii) menyoroti minimnya pemasok sebagai alasan investasi, dan Tröegs (AS) beralih setelah pemasok gagal pasok Craft Brewing Business Craft Brewing Business.

Dari sisi emisi, pemulihan CO₂ mencegah sekitar ~1 ton CO₂ terlepas per 2.000 liter bir (≈15 g per gelas bir), yang pada skala menengah berarti puluhan ton per tahun—dan bonus reputasi “hijau” ShunBeer Craft Brewing Business. Kualitas juga konsisten: CO₂ yang baru dipulihkan menghindari impuritas yang kadang hadir pada silinder, dengan kemurnian setara gas food‑grade pabrikan Dalum ResearchGate. Untuk menjaga higienis pada titik pakai, banyak fasilitas menambahkan filter polishing dalam housing sanitari seperti SS cartridge housing sebelum gas masuk ke line karbonasi dan pengisian.

Konteks regulasi dan strategi pasokan

Belum ada mandat spesifik pabrik bir soal CO₂ di Indonesia, tetapi investasi selaras dengan dorongan iklim yang lebih luas. Penetapan harga karbon nasional (misal konteks Perpres No. 98/2021) membuka peluang kredit karbon atau insentif untuk penangkapan CO₂ komersial Hypro. Di Eropa, kekurangan CO₂ untuk pangan pada 2019/2020 memaksa sebagian produsen minuman berhenti produksi—menegaskan risiko operasional bila sepenuhnya bergantung pada pemasok eksternal Craft Brewing Business.

Baca juga:

Efisiensi Mashing Brewery: Heat Recovery dan Mash Lebih Thick

Garis penutup teknis dan bisnis

Sistem recovery mengubah off‑gas fermentasi menjadi CO₂ food‑grade lewat jalur: foam trap dan water scrubbing, kompresi bertahap, pengeringan, dan filtrasi karbon aktif untuk menyerap sulfur/VOC, kemudian kondensasi ke fase cair untuk penyimpanan CNC Cryogenic Norit CNC Cryogenic CNC Cryogenic. Hasilnya >99,9% CO₂—bahkan hingga 99,998% dengan O₂ ~5 ppm—dan penghematan sampai puluhan ribu USD per tahun bagi pabrik menengah, dengan ROI kerap 1–5 tahun bergantung harga pasar ResearchGate Hypro Craft Brewing Business. Bagi fasilitas berskala ~1.000–20.000 hL/tahun atau lebih—terutama di wilayah dengan harga CO₂ tinggi—recovery modern terbukti layak teknis sekaligus menarik secara finansial.

Chat on WhatsApp 2212122qwa