Hemat Biaya WWTP Brewery: Optimasi Headworks, Turunkan BOD & TSS

Screen 1–5 mm di hulu, klarifikasi primer, DAF, plus pemulihan ragi dan spent grain: kombinasi ini memangkas TSS/BOD dari sumber, sekaligus membuka peluang nilai tambah.

Industri: Brewery | Proses: Wastewater_Treatment

Di industri bir, “pengolahan air limbah” yang paling mahal sering terjadi karena satu hal sederhana: padatan kasar luput dari pemisahan di awal. Pabrikan dan ulasan industri menyebut pra‑perlakuan dengan screen (alat penyaring bar/drum/screw) membuka jalan efisiensi—celah 1–5 mm dianggap “absolutely necessary” untuk menahan husk, potongan grain, hops, hingga partikel kemasan (clearfox.com, craftbrewingbusiness.com).

Setelah itu, klarifikasi primer—termasuk versi lamella—serta DAF (dissolved air flotation, flotasi udara terlarut) menghabisi sisa TSS (total suspended solids, padatan tersuspensi total) dan floc ragi. Satu contoh sistem dengan screen + klarifier mencatat ~40% penurunan SS dan ~78% penurunan BOD (biochemical oxygen demand, kebutuhan oksigen biokimia) (nepis.epa.gov), sementara pemasok DAF untuk brewery melaporkan >90% TSS residual dapat terangkat—bahkan hingga 99% SS menurut data vendor—dengan bantuan flokulan (clearfox.com).

Kunci tambahannya: program pemulihan ragi (yeast recovery) dan penanganan spent grain yang rapi. Keduanya memotong beban organik sejak titik asal—sebelum mencapai sistem biologis.

Baca juga:

Biaya Brine SWRO: Pipa Lepas Pantai vs Co-Disposal vs Deep-Well

Headworks: pemisahan padatan awal

Pra‑perlakuan dengan screen di headworks bukan opsional. Bukti lapangan menunjukkan bukaan 1–5 mm pada bar/drum/screw screen efektif “mengintersep” spent grains, trub, dan partikel lain sebelum masuk ke proses hilir (clearfox.com, craftbrewingbusiness.com). Unit bar‑screen seperti milik Tsurumi menggunakan jarak 1–5 mm dengan rake mekanis yang mengeruk padatan ke bak sampah melalui jalur gravitasi (craftbrewingbusiness.com).

Pemisahan ini mencegah penyumbatan pompa dan memangkas beban biologis selanjutnya. Banyak brewery mendapati bahwa screening di headworks dapat menangkap “virtually all” partikulat berat; husk barley dan potongan grain memang lebih berat dari air (clearfox.com). Pada tahapan ini, opsi teknis umum meliputi kategori physical separation, dengan pilihan operasional seperti manual screen untuk debris >1 mm atau automatic screen untuk pembuangan kontinu.

Klarifikasi primer dan DAF

Setelah screening, klarifier primer memfasilitasi pengendapan fragmen husk dan floc ragi. Dalam praktiknya, tahapan ini secara konsisten memangkas TSS puluhan persen dan membuat unit biologis “bernapas” lebih lega. Pada satu contoh rangkaian—screen, trickling filters, plus aerasi/klarifier—hasilnya ~40% pengurangan SS dan ~78% pengurangan BOD (nepis.epa.gov). Implementasi dapat dimulai dari clarifier primer konvensional untuk padatan halus.

Varian lamella sering dipilih karena desainnya yang kompak dan efisien—karakter yang makin umum di brewery modern. Opsi tersebut tersedia sebagai lamella settler dan bahkan peningkatan kapasitas dengan tube settler ketika jejak lahan mesti ditekan.

Ketika kandungan TSS dan FOG masih tinggi, DAF (sering dengan tambahan flokulan) menjadi “workhorse” untuk mengapungkan residu >90% TSS, dengan klaim hingga 99% SS pada sistem khusus brewery (clearfox.com). Secara implementasi, ini lazim berupa unit DAF yang dikombinasikan dengan bahan kimia flokulan untuk pembentukan floc yang stabil.

Program pemulihan ragi

Stream ragi surplus dari fermentasi/aging adalah sumber beban organik yang besar sekaligus peluang nilai ekonomi. Data menunjukkan potensi 1–3 kg ragi basah per 100 L bir yang dapat dipulihkan (condorchem.com)—bahkan hingga ~0,3 kg ragi kering per 100 L menurut studi (mdpi.com). Ragi bekas sangat kaya protein, vitamin, dan sisa bir; tiap kilogramnya berkontribusi besar pada BOD/COD jika dibuang (beer-brewing.com).

Secara terukur, sekitar ~50% volume slurry ragi surplus sebenarnya adalah bir yang bisa dipulihkan—mengurangi loss sekaligus beban limbah (brewer-world.com). Praktiknya, decanting/centrifugation dan repitching atau penjualan sebagai ragi kering/pakan pupuk membuat beban “BOD surcharge” terhindarkan. Operasi yang rapi bisa memulihkan hampir 100% ragi fermentor; ragi surplus sendiri mewakili ~2–3% dari total output secara volume (brewer-world.com, beer-brewing.com).

Manajemen spent grain dan trub

ChatGPT Image Jan 26, 2026, 02_56_17 PM

Spent grain dan trub adalah fraksi padat terbesar: totalnya lazim 17–23 kg per 100 L bir (condorchem.com)—dan bisa mencapai ~85% dari by‑product organik brewery (condorchem.com). Best practice: pisahkan tepat di lauter tun atau mash filter, dewater/drying, lalu keluarkan dari pabrik—sehingga hampir seluruh ~20 kg/100 L padatan itu tidak masuk ke aliran air limbah.

Karena kadar airnya ~80%, screw press atau pengeringan menurunkan bobot angkut. Membuang trub ke sewer secara eksplisit tidak dianjurkan (BOD/COD tinggi dan loss ekstrak)—menggabungkannya ke stream spent grain adalah praktik yang disarankan (beer-brewing.com).

On‑site, brewery modern mengandalkan conveyor/screw press ke silo/trailer; pompa pneumatik atau press untuk dewatering berkelanjutan. Pengoperasian spent‑grain removal yang baik “menginsulasi” hingga ~100% padatan tersebut dari sistem air limbah (beer-brewing.com). Secara ekonomi/lingkungan, stream ini lazim dijual sebagai pakan ternak atau dimanfaatkan pada biogas—mendukung target keberlanjutan seperti “zero waste”.

Dampak pada unit biologis

Klarifikasi primer yang rancangannya baik sering memotong TSS influen “tens of percent”, meringankan beban proses biologis dan membantu pemenuhan baku mutu. Contoh proses—screen, trickling filters, dan aerasi/klarifier terpadu—mencapai ~78% BOD dan ~40% SS removal (nepis.epa.gov). Di banyak fasilitas, tahapan ini menjadi “gateway” menuju reaktor biologis seperti activated sludge dalam kerangka biological digestion.

Baca juga:

Biaya Brine SWRO: Pipa Lepas Pantai vs Co-Disposal vs Deep-Well

Tren peralatan dan integrasi

Automated, self‑cleaning screw screen dan lamella clarifier kian lazim di brewery modern untuk pemindahan padatan yang kompak dan efisien. Contohnya, pemasok menawarkan modul terintegrasi screen/DAF untuk jejak lahan minimum dan operasi kontinu (clearfox.com). Dalam konteks ini, opsi seperti automatic screen, lamella settler, dan DAF menjadi konfigurasi yang sering digabungkan, sementara kategori physical separation menyediakan fondasi headworks yang dapat diskalakan.

Rangkuman dan implikasi biaya

Strateginya saling mengunci. Headworks dengan screen 1–5 mm yang “absolutely necessary” menangkap hampir semua partikulat berat—husk barley dan potongan grain lebih berat dari air (clearfox.com). Klarifikasi primer menyapu sisa TSS; contoh lapangan menunjukkan ~40% SS dan ~78% BOD turun pada rangkaian screen + klarifier (nepis.epa.gov). DAF memolesnya—>90% TSS residual bahkan hingga 99% SS menurut pemasok (clearfox.com).

Di sisi sumber, memisahkan ~20 kg/hL spent grain dan ~1–3 kg/hL ragi (hingga ~0,3 kg/hL ragi kering) berpotensi mengeliminasi porsi terbesar padatan dari influen—plus menghindari “BOD surcharge”—karena ragi slurry bahkan ~50% volumenya adalah bir yang bisa pulih (condorchem.com, mdpi.com, brewer-world.com). Efek akhirnya konkret: volume pengolahan lebih kecil, energi turun, dan biaya surcharge susut—argumen yang memudahkan justifikasi investasi.

Baca juga:

Maintenance ERD Desalinasi: Efisiensi 95–98% & Checklist Alarm

Sumber dan referensi teknis

Artikel ini merujuk pada ulasan otoritatif dan panduan industri terkait komposisi air limbah brewery dan penanganannya—dengan penekanan pada screening dan pemisahan gravitasi di hulu (nepis.epa.gov, clearfox.com) serta valorizasi by‑product (condorchem.com, beer-brewing.com). Studi EPA menampilkan capaian ~40% TSS via screen+clarifier (nepis.epa.gov), sementara pemasok menyebut DAF dapat mencapai hingga 99% SS removal (clearfox.com). Statistik by‑product merujuk riset keberlanjutan brewery (condorchem.com, mdpi.com), beserta detail praktik industri (craftbrewingbusiness.com).

Chat on WhatsApp 2212122qwa