Efisiensi UPW Fab Chip: Megasonic, Rinse, dan Daur Ulang Air

Kebutuhan air pabrik semikonduktor melesat, sementara standar kebersihan wafer makin ketat. Strategi baru—dari megasonic cleaning hingga pemulihan rinse—membidik reduksi konsumsi ultra‑pure water tanpa mengorbankan yield.

Industri: Semiconductor | Proses: Cleaning

Industri semikonduktor haus air—skala global mencapai ratusan miliar galon per tahun. Satu analisis menyebut ~264 miliar galon (≈1×10^12 liter) per tahun secara global (www.semiconductor-digest.com), dan sebuah fab terdepan dapat menarik “puluhan juta galon” per hari (www.semiconductor-digest.com).

Angka pemakaian raksasa itu bukan teori. Pada 2023, TSMC menggunakan 101×10^6 m³ air (≈27×10^9 galon) (www.idtechex.com). Permintaan diperkirakan melonjak dua kali lipat pada 2035 seiring pertumbuhan produksi IC (www.idtechex.com).

Salah satu penyebab besar adalah tahap cleaning—khususnya bilas dengan ultra‑pure water (UPW, air ultrapurni untuk proses semikonduktor) di antara wet‑etch dan deposition. Proses klasik pada node lama saja bisa memuat puluhan wet cleans: satu laporan mencatat ~70 tahap cleaning di proses DRAM 0,25 µm dan ~80 di alur CMOS 0,18 µm (www.sciencedirect.com). Tak heran, cleaning menyedot porsi besar air fab.

Di sisi efisiensi, hasilnya mulai terasa. Contohnya, ASE Hong Kong melaporkan tingkat daur ulang air proses 84,3%—menghemat ~825.000 metrik ton pada 2023 dan ~5,47 juta ton secara kumulatif—berkat pemisahan aliran bilas (rinse stream) yang ketat (semiengineering.com).

Baca juga:

Panduan Aman Kimia Cleaning Wafer: Dari Gudang ke Limbah B3
 

Megasonic cleaning dan spray rinsing

Megasonic cleaning (ultrasound frekuensi tinggi ≈1–2 MHz untuk membangkitkan micro‑cavitation jet) kian umum karena mampu melepaskan partikel nano tanpa turbulensi keras ala ultrasonik konvensional. Pemasok melaporkan megasonik “melepaskan kontaminan sambil menjaga wafer tidak rusak,” memungkinkan kebersihan setara atau lebih baik dengan konsentrasi kimia lebih rendah (www.modutek.com).

Dalam praktiknya, modul megasonik hadir pada single‑wafer tool atau tangki imersi untuk meningkatkan efisiensi pengangkatan partikel. Dengan removal yang lebih efektif, bilas berbantuan megasonik dapat memperpendek waktu bilas atau mengurangi jumlah siklus—secara tidak langsung menghemat air. Modutek juga mencatat penurunan pemakaian bahan kimia dan tingkat penolakan produk akhir (www.modutek.com).

Di sisi lain, spray‑based rinsing pada single‑wafer spin‑rinse dryer (nozel menyemprot UPW langsung ke wafer yang berputar) menargetkan air tepat pada permukaan yang perlu dibilas—berbeda dari batch rinse yang mengisi tangki besar. Analisis klasik menemukan bahwa skala bak imersi 300 mm penuh membutuhkan ~3,6× volume alat 200 mm (sst.semiconductor-digest.com), sementara single‑wafer “full‑flow processor” hanya ~1,8× (sst.semiconductor-digest.com). Artinya, untuk 300 mm, single‑wafer tool justru memakai air lebih sedikit per luas silikon dibanding bench imersi 200 mm setara.

Meski data detail banyak bersifat proprietari, laporan industri mengonfirmasi spray/spin rinser memangkas konsumsi air per wafer. Satu estimasi menunjukkan kenaikan daur ulang fab‑wide dari ~45% ke 60% bisa menghemat >4 juta galon/hari (techovedas.com). Dalam praktik, perusahaan seperti NXP, Onsemi, dan TI sudah mengalirkan efluen bilas ke loop pendingin (www.idtechex.com), sementara lainnya menambah modul “spray‑in‑air” dan tool single‑wafer untuk meminimalkan aliran UPW.

Segregasi aliran dan dampak empiris

UMC menunjukkan bahwa segregasi aliran bilas yang ketat—difasilitasi cleaner yang efisien—menghasilkan penghematan besar: dengan 27 aliran limbah terpisah, mereka mencapai daur ulang 84,3% di seluruh fab (semiengineering.com), menghemat ~825.000 ton air pada 2023 saja (5,47×10^6 ton kumulatif) (semiengineering.com).

Samsung’s St. Louis fab (kini SK Hynix) meningkatkan volume air yang digunakan kembali sebesar 51% dari 2020–2023 (www.idtechex.com). Sementara itu, satu fab di Singapura telah menggunakan kembali 97,6% airnya (4×10^6 ton/tahun direklamasi) (semiengineering.com).

Daur ulang rinse: membran dan polishing

42d152ce-4444-4519-9df1-4635d4f1eebc

Efluen bilas cenderung relatif “bersih” (padatan terlarut dan tersuspensi rendah), sehingga cocok untuk pemolesan ulang (polishing). Rangkaian tipikal mencakup proses membran—ultrafiltrasi (UF), nano‑filtrasi (NF)—dan reverse osmosis (RO), sering diikuti UV/oksidasi atau ion exchange untuk menghilangkan kontaminan jejak.

Di tingkat sistem, kemasan integrasi membran industri seperti membrane systems lazim digunakan sebagai tulang punggung pemrosesan air.

Untuk pretreatment, modul ultrafiltration membantu menyaring partikel halus dan bio‑koloid sebelum tahap tekanan tinggi.

Pengurangan hardness dan ion bermuatan dapat ditangani oleh nano‑filtration sebagai langkah antar, menurunkan beban RO.

Pemotongan garam terlarut utama dikerjakan oleh RO; untuk umpan dengan TDS moderat, paket brackish‑water RO relevan sebagai unit inti pemisahan.

Polishing akhir sering menambahkan desinfeksi tanpa bahan kimia melalui ultraviolet untuk menahan pertumbuhan biologis.

Untuk produksi ultrapure yang kontinu tanpa regenerasi kimia, pabrikan banyak mengadopsi electro‑deionization (EDI) sebagai tahap akhir sebelum storage dan distribusi UPW.

Rute teknis ini sejalan dengan dokumen paten Korea yang mengusulkan urutan ramah lingkungan UF+RO untuk membersihkan limbah semikonduktor hingga layak menjadi umpan UPW kembali (patents.google.com).

Air hasil daur ulang kerap dialirkan ke penggunaan non‑kritis (scrubber peralatan, cooling tower) atau bahkan ke plant UPW setelah polishing. Seperti dijelaskan satu laporan industri: “Keep relatively clean rinse water out of dirty drains, polish it…then return part to UPW make‑up, and route the rest to tolerant uses like cooling towers” (semiengineering.com). Sistem hibrida UMC memoles di level alat (“point‑of‑use reclaim”) untuk meminimalkan waktu tinggal (membatasi pertumbuhan bio), lalu menyelesaikan pemurnian secara sentral (semiengineering.com).

Baca juga:

Wafer Cleaning 3 nm: Kimia, Proses, dan Metrologi Penentu Yield
 

Risiko kualitas dan kontrol operasional

Daur ulang tidak sederhana. Efluen bilas acap mengandung kimia “eksotik” (kompleks logam, by‑product etch) yang tidak ada pada air baku kota; residu jejak berpotensi mem‑foul filter UPW atau resin (sst.semiconductor-digest.com). Karena itu, fab memasang pemantauan ketat dan skema pembuangan‑alih (diversion) untuk melindungi produksi.

Umpan UPW dari daur ulang harus memenuhi batas kemurnian: satu kejadian kontaminasi bisa meniadakan tabungan bertahun‑tahun (sst.semiconductor-digest.com). Namun sisi sebaliknya, air bilas yang didaur ulang seringkali melampaui mutu air baku kota (sst.semiconductor-digest.com), sehingga biaya produksi turun.

Target terbaik industri mendorong daur ulang 60–65%+; sasaran kelas atas untuk reclaimed UPW mendekati ~65% pada 2030 (semiengineering.com; techovedas.com).

Program korporasi dan hasil terukur

Selain UMC/ASE/SK yang dicatat di atas, komentar global IDTechEx menyebut banyak fab menetapkan target reuse formal. SK Hynix menarget net‑zero water pada 2030 dan telah mengumpulkan >50% aliran bilas untuk reuse (www.idtechex.com).

Samsung Austin mem‑pilot electrodialysis dengan membran keramik untuk mengonsentrasikan limbah bilas, mengurangi volume limbah yang diangkut dan memungkinkan reuse onsite pada permeate (www.ultrafacilityportal.io). Operasi foundry Intel berikrar mencapai “surplus freshwater” pada 2030 (www.intel.co.id), dengan sejumlah lokasi di AS, India, dll. sudah melaporkan net‑positive water (www.intel.co.id).

Pemodelan menunjukkan kenaikan reuse dari ~45% ke 60% menghemat jutaan galon per hari (techovedas.com), dan studi kasus memperlihatkan penghematan air tahunan pada kisaran multi‑10^5 – 10^6 ton (semiengineering.com; www.idtechex.com).

Baca juga:

Efisiensi UPW di Fab: Teknologi Rinse & Daur Ulang Air 98%
 

Konteks regulasi Indonesia

Indonesia saat ini belum memiliki aturan “octant‑specific” untuk air di semikonduktor, namun regulasi lingkungan umum berlaku. Baku mutu efluen diatur dalam PP 22/2021 dan Permen LHK terkait; pembaruan regulasi 2025 mewajibkan pemantauan real‑time limbah cair bagi pelaku buang besar (greenlab.co.id), dengan tren pengetatan untuk sektor kimia dan metalworking sebagai proksi banyak tahapan semikonduktor (greenlab.co.id).

Implikasinya, setiap fab semikonduktor di Indonesia perlu menunjukkan efisiensi loop tertutup yang kuat. Tren global mendukung hal ini: fab Arizona TSMC dirancang untuk mendaur ulang ~65% air (angka yang sering dikutip media industri) (binus.ac.id), dan target Intel memasukkan net‑positive water pada 2030 (www.intel.co.id). Arah ini menjadikan teknologi rinse canggih dan daur ulang sebagai perangkat kunci kepatuhan.

Chat on WhatsApp