Di iklim lembap Indonesia, menjaga suhu, kelembapan, dan water activity (aw) pakan jadi penentu umur simpan dan nutrisi. Inhibitor jamur dan antioksidan memperpanjang umur simpan, sementara checklist operasional memastikan kualitas terjaga dari delivery sampai feeding.
Industri: Aquaculture | Proses: Feeding_Systems
Ketika pakan menyumbang 50–70% biaya produksi akuakultur (www.researchgate.net), kehilangan karena penyimpanan yang buruk—yang bisa mencapai “puluhan persen” nilai pakan (fliphtml5.com)—langsung memukul margin. Di tropis lembap seperti Jakarta dengan RH (relative humidity/kelembapan relatif) rata‑rata ~80% (weather-and-climate.com), target penyimpanan “sejuk dan kering” menuntut disiplin dan rekayasa sederhana yang konsisten.
Intinya: jaga suhu stabil, RH rendah, dan aw rendah; gunakan inhibitor jamur (mold inhibitors) serta antioksidan (antioxidants) sesuai regulasi; dan jalankan prosedur lapangan yang rapi dari gudang hingga kolam.
Ledakan Alga di Kolam Budidaya: Kimia Tumbang Kilat vs Biologi dan Aerasi
Parameter lingkungan penyimpanan pakan
Penyimpanan efektif bertumpu pada kontrol suhu, RH, dan kadar air pakan. Panduan CSIR menyarankan penyimpanan di bawah 20 °C dan 70% RH (www.scribd.com). Dalam praktik, itu menantang di Indonesia (RH Jakarta ~80% sepanjang tahun, weather-and-climate.com), sehingga gudang berinsulasi atau berpendingin terkontrol ideal bila memungkinkan.
Suhu yang lebih sejuk dan stabil lebih disukai; pedoman berbasis soy‑meal menekankan “suhu lingkungan aktual kurang penting dibanding meminimalkan perubahan ekstrem” (fliphtml5.com). Suhu/kelembapan tinggi mempercepat deteriorasi: serangga berkembang pada 26–37 °C (www.fao.org), dan pertumbuhan jamur meledak di atas ~25 °C dan 85% RH (www.fao.org).
Karena itu, pakar FAO memperingatkan bahwa di humid tropics (RH >75%) kadar air pakan akan meningkat seiring waktu, sehingga periode penyimpanan di daerah tropis perlu dipersingkat dibanding zona beriklim sedang (www.fao.org). Untuk bahan sensitif, rekomendasi cold‑storage adalah ≤–20 °C (www.fao.org), meski kebanyakan farm tropis mengandalkan pendinginan lingkungan atau penyimpanan jangka pendek.
Kadar air pakan pelet ekstrusi umumnya 10–12% guna menurunkan water activity/aw (ukuran ketersediaan air untuk mikroba) agar aw <0,72 (fliphtml5.com; ambang aw untuk menekan jamur menurut Kemin adalah <~0,72, www.kemin.com). Sebagai ilustrasi, RH Jakarta ~80% (weather-and-climate.com), jauh di atas target 70%, sehingga penyimpanan kedap (sealed storage) menjadi krusial.
Bahkan dengan pakan kering, spora jamur dan serangga tak mungkin dieliminasi total; manual FAO menekankan strategi utamanya adalah menghindari “kondisi yang memungkinkan perubahan suhu atau kelembapan ekstrem” (www.fao.org; www.fao.org). Praktiknya: ventilasi baik, naungan dari matahari dan hujan (www.scribd.com), serta pemantauan rutin sensor suhu dan RH di gudang pakan.
Aerasi Tambak Modern: Bandingkan Paddlewheel, Diffuser, Oksigen
Mold inhibitors dan antioksidan pakan

Untuk memperpanjang umur simpan, pakan kerap ditambah bahan pengawet yang menghambat jamur atau oksidasi. Mold inhibitors umumnya asam organik atau garamnya (mis. asam propionat, sorbat, benzoat) yang menurunkan aw dan mencegah spora berkecambah. FAO mencantumkan calcium‑propionate, calcium‑sorbate, benzoic dan propionic acids sebagai pengawet pakan “generally recognized as safe/GRAS” (www.fao.org; www.fao.org). Di pabrik pakan, blend propionate/sorbate kadang ditambahkan ~0,1–0,5% untuk melawan jamur; tetapi biayanya relatif tinggi dan umumnya dipakai pada pakan berkelembapan lebih tinggi (semi‑moist) (fliphtml5.com). Kemin (supplier bahan tambahan pakan) menegaskan pentingnya aw <~0,72 untuk mencegah jamur (www.kemin.com).
Higiene gudang memperkuat pertahanan: bersihkan area penyimpanan dari sampah/rumput liar (www.scribd.com) dan ikat rapat karung terbuka (www.scribd.com). FAO mengingatkan jamur umum dapat memproduksi mycotoxins seperti aflatoxin yang toksik bagi ikan dan bisa terakumulasi di daging (www.fao.org), sehingga pakan berjamur harus ditolak.
Antioksidan (antioxidants) mencegah oksidasi lemak dan degradasi nutrien. Pakan ikan kaya minyak tak jenuh dan rentan tengik, yang merusak vitamin dan lemak (www.fao.org). Bahan umum termasuk ethoxyquin, BHT (butylated hydroxytoluene), dan BHA (butylated hydroxyanisole) (www.fao.org). Ethoxyquin historisnya paling efektif, namun karena isu keamanan (Uni Eropa melarang pada 2017, eur-lex.europa.eu) banyak perusahaan kini mengandalkan BHT/BHA (diizinkan hingga 200 ppm—parts per million/bagian per juta—masing‑masing dalam pakan, www.fao.org) atau tocopherols alami (vitamin E) dan ekstrak tanaman.
Penambahan antioksidan nyata menjaga kualitas: studi menunjukkan 150 ppm ethoxyquin kira‑kira memangkas setengah kehilangan Vitamin A dalam 4 bulan (–23,6% vs –48,2% tanpa antioksidan, www.fao.org). Eksperimen ekstrak “bioactive” juga menurunkan peroksidasi lipid ~17–20% selama penyimpanan (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Singkatnya, penggunaan antioksidan yang disetujui (sesuai regulasi nutrien, www.fao.org) dapat secara signifikan memperlambat degradasi nutrien. Namun manfaatnya terbatas waktu; aktivitas antioksidan menurun ~18–30% dalam 4 bulan pada satu uji (pmc.ncbi.nlm.nih.gov).
Teknologi Klarifikasi Air Akuakultur: Air Jernih, Risiko Penyakit Turun
Checklist operasional gudang dan feeding
- Inspeksi penerimaan: Verifikasi jenis pakan, batch pabrik, dan masa kedaluwarsa. Periksa karung/peti dari kerusakan atau tanda basah. Ambil sampel dan ukur kadar air (target ≤10–12%, fliphtml5.com) atau water activity bila ada instrumen. Tolak/retur pakan berjamur, berbau apak, atau banyak fines. Catat tanggal dan lot.
- Penyimpanan segera: Pindahkan pakan ke ruang tertutup kering khusus (bukan ganda fungsi/ruang tidur, www.scribd.com). Simpan di atas pallet dan beri jarak dari dinding (~10 cm, www.scribd.com). Pastikan atap tidak bocor dan melindungi dari matahari/hujan (www.scribd.com). Ventilasi untuk mencegah panas berlebih, namun hindari aliran langsung yang bisa mengembun di permukaan dingin. Targetkan kondisi sekitar <~20 °C dan 70% RH (www.scribd.com) dengan kipas/penyejuk bila tersedia.
- Penyusunan & higiene: Susun karung seragam; jangan menindih stok lama dengan stok baru untuk memudahkan FIFO (first‑in first‑out). Bersihkan area—buang tumpahan pakan, sampah, gulma, dan genangan (www.scribd.com). Sapu rutin dan kosongkan limbah. Inspeksi harian tanda hama.
- Manajemen karung: Ikat rapat karung terbuka agar lembap/hama tak masuk (www.scribd.com). Gunakan kontainer logam atau plastik tebal untuk volume kecil. Terapkan program pengendalian rodent (perangkap/bait station, www.scribd.com). Lakukan fumigasi serangga bila infestasi (mis. methoprene atau fumigan yang disetujui, sesuai regulasi).
- Inventori & rotasi: Label semua stok dengan tanggal datang. Terapkan FIFO. Hindari menyimpan lebih dari kebutuhan hingga kedaluwarsa. Pertimbangkan pemantauan “umur simpan” lewat uji nutrien berkala; dalam satu uji, pakan 3 bulan di kondisi baik masih memenuhi spesifikasi (fliphtml5.com), namun potensi menurun lebih cepat pada panas/kelembapan. Lacak konsumsi untuk mendeteksi anomali (mis. kerusakan karena jamur).
- Peralatan feeding: Simpan ember/alat feeding di ruang tertutup—jangan dibiarkan terkena cuaca (www.scribd.com). Cuci dan disinfeksi semua alat setiap hari dengan deterjen dan air layak minum sebelum dan sesudah digunakan (www.scribd.com). Segera sapu pakan yang tumpah untuk mencegah hama.
- Pencatatan: Catat delivery, laju pemakaian, serta kondisi gudang (bila mungkin, catat bacaan suhu dan RH). Rekam insiden kerusakan/berjamur. Tinjau data waste/performa ikan untuk koreksi penyimpanan atau praktik feeding.
Dengan praktik di atas, kerugian dapat ditekan (kerusakan bisa mencapai “puluhan persen” nilai pakan, fliphtml5.com). Mengingat pakan adalah 50–70% biaya produksi (www.researchgate.net), sedikit pengurangan waste atau degradasi nutrien langsung berdampak finansial. Kuncinya adalah monitoring rutin dan tindakan korektif cepat—gudang pakan yang kering, stabil, serta penanganan higienis berbanding lurus dengan kesehatan ikan dan pertumbuhan yang lebih terprediksi.
