Cara Menghilangkan Beerstone: Panduan CIP Asam untuk Brewery

Lapisan setebal ≈1 mm saja bisa memangkas perpindahan panas ≈40% dan jadi tempat mikroba. Solusinya bukan gosok kuat‑kuat, melainkan kimia yang tepat, formulasi asam satu langkah dengan surfactant, dan CIP disiplin harian.

Industri: Brewery | Proses: Clean

Beerstone—kerak bandel berbasis kristal kalsium oksalat yang terikat matriks protein—bukan sekadar noda. Ia terbentuk saat ion kalsium (Ca2+ dari air keras) bertemu anion oksalat (asal biji‑bijian dan asam hop), lalu mengendap sebagai CaC2O4 di permukaan yang dingin atau ber‑pH tinggi. Penjelasan ini didokumentasikan rinci oleh MoreBeer dan Beer Brewer Guide.

Film ini “menjebak” protein dan organik lain sehingga sukar larut dalam kondisi pembersihan biasa. Jejak CaC2O4 memang lazim, tetapi pada beerstone ia menyatu jadi lapisan tampak mata, sangat tidak larut dan sangat melekat—“bertekstur seperti kulit telur ayam,” tulis merryn.dineley.com, sejalan dengan MoreBeer.

Akumulasinya dipercepat pada fase pendinginan dan fermentasi (suhu lebih rendah, pH lebih tinggi) serta pada permukaan kasar atau belum terpasivasi yang menyediakan situs nukleasi (Beer Brewer Guide; MoreBeer). Dibiarkan menahun, lapisan ≈1 mm saja bisa memangkas transfer panas ≈40% dan menjadi sarang organisme perusak (Orlichem).

Baca juga:

Cross-Flow vs Lenticular untuk Filtrasi Bir: Mana Lebih Hemat?

Kimia pengikatan dan pelarutan beerstone

Detergen asam adalah satu‑satunya kelas pembersih yang efektif untuk melarutkan komponen anorganik beerstone (kalsium oksalat). Asam mineral kuat memprotonasi dan melarutkan lapisan mineral. Contohnya, asam fosfat bereaksi dengan kalsium oksalat menghasilkan spesies kalsium dan oksalat terlarut, sedangkan asam nitrat tidak hanya meluruhkan kerak, tetapi juga mengoksidasi residu organik (Beer Brewer Guide; MoreBeer).

Tidak semua asam praktis di brewery: asam sulfat atau asam klorida memang bisa melarutkan CaC2O4, tetapi sangat korosif dan tidak aman bagi stainless steel (MoreBeer; MoreBeer). Karena itu, praktik umum adalah memakai campuran asam fosfat dan asam nitrat: fosfat memberi buffer dan memungkinkan pemanasan tanpa cepat “beruap”, sedangkan nitrat memberi keasaman kuat, daya oksidasi, dan pasivasi (film oksida pelindung) pada stainless steel (MoreBeer; Solenis).

Parameter CIP asam yang efektif

Praktik CIP (Clean‑in‑Place: pembersihan sirkulasi tanpa bongkar peralatan) umumnya memakai asam 0,5–2% v/v pada suhu 50–80 °C untuk mempercepat pelarutan kerak (Solenis; YoLong Brewtech). Contoh lazim: larutan H3PO4/HNO3 0,5–1,0% pada 40–60 °C selama 10–20 menit untuk CIP asam setelah pembersihan kaustik (YoLong Brewtech).

Kerak berat memerlukan konsentrasi atau durasi lebih tinggi; tangki yang sangat berkerak dapat mendekati batas aman atas, misalnya campuran nitrat/fosfat 2% selama 30–60 menit (MoreBeer). Menaikkan kekuatan asam atau suhu mempercepat pelarutan namun meningkatkan risiko korosi (terutama jika ada oksigen) dan biaya netralisasi. Selalu jaga pH sangat rendah (pH ≤2) agar reaksi terdorong; nitrat/oksalat tetap terlarut, lalu lakukan bilas agresif hingga netral untuk mencegah residu asam (YoLong Brewtech).

Pengontrolan konsentrasi kimia yang presisi di skid CIP sangat terbantu oleh alat dosing (pompa dosis). Sistem seperti dosing pump akurat memudahkan menjaga 0,5–2% v/v dan pH ≤2 tetap stabil sepanjang sirkulasi.

Phosphoric vs nitric vs campuran nitro‑fosfat

Asam fosfat murni mampu melarutkan kalsium oksalat dan membantu pasivasi permukaan, tetapi tidak memiliki aksi oksidatif terhadap “lem” protein pengikatnya (TW Chemicals; Beer Brewer Guide).

Asam nitrat murni lebih “kuat”—menghidrolisis protein dan mengoksidasi bahan organik saat descaling—namun mudah “beruap” di atas 60 °C dan lebih agresif terhadap peralatan (TW Chemicals). Karena itu, campuran nitro‑fosfat menjadi standar: asam nitrat “melonggarkan” beerstone berimpregnasi protein, sementara asam fosfat menjaga kekuatan larutan dan pasivasi pada suhu CIP panas (MoreBeer; TW Chemicals).

Dalam praktik, formulasi seperti Birko’s Acid Brite (kaya H3PO4) lazim dipakai di sisi panas dan Ultra Niter (kaya HNO3) di sisi dingin, dengan pedoman: “air lebih keras menuntut lebih banyak asam nitrat untuk menghilangkan dan mencegah beerstone” (Solenis). Pembersih CIP berbasis asam sitrat atau asetat memang ada, namun lebih “ringan”; utamanya untuk pemeliharaan rutin atau permukaan tembaga/kuningan, bukan penghilangan beerstone primer (Orlichem; Beer Brewer Guide).

Baca juga:

CIP Brewery Safety: Penyimpanan Kimia, PPE, Eyewash & Spill Kit

Detergen asam satu langkah dengan surfactant

ChatGPT Image Jan 13, 2026, 09_23_22 AM

Industri kini banyak beralih ke detergen CIP asam terformulasi—menggabungkan beberapa asam dengan surfactant (bahan pembasah/pengemulsi) dan agen pengkelat—untuk sekaligus melarutkan kerak mineral dan mengangkat soil organik, sehingga langkah kaustik dan asam terpisah bisa dikurangi. Contoh, A‑CIP (SISBrew) adalah “campuran asam nitrat dan fosfat serta surfactant low‑foam” untuk melarutkan beerstone, milkstone, dan deposit anorganik lain (SISBrew).

Dalam satu studi kasus akademik, detergen asam low‑foam proprietari (menggabungkan HNO3/H3PO4 dengan asam organik dan surfactant) mampu mengangkat soil protein sembari meluruhkan kerak keras, menggantikan dua siklus pencucian terpisah (Food Safety; Food Safety). Peran surfactant: menurunkan tegangan permukaan dan mengemulsikan minyak/protein sehingga residu organik “terjebak” dalam larutan (MoreBeer; Food Safety), mengekspos kerak mineral agar mudah dilarutkan asam.

Program seperti One‑Step Acid (OSA) dari DeLaval menunjukkan peningkatan dramatis: mengganti dua langkah tradisional dengan satu cuci asam‑surfactant memotong waktu dan air CIP secara signifikan (Food Safety). Contoh uji pilot memangkas cuci asam 15 menit menjadi 9 menit dengan kebersihan setara—hemat 6 menit/siklus (≈10 jam waktu CIP per 100 siklus) dan 360 gal/siklus (≈36.000 gal/hari) air bilas (Food Safety). Secara ekonomi, eliminasi satu langkah bilas asam dapat menghemat rata‑rata ~$50 per sirkuit CIP per hari (operasi 7 hari/minggu) (Food Safety).

Dalam praktik, pembersih asam satu langkah sering juga mengandung sanitizer; misalnya Birko’s OxyStrike menggabungkan asam nitrat dengan asam perasetat untuk sekaligus meluruhkan kerak dan mematikan mikroba dalam satu lintasan (Biosan PAA). Manfaat bersihnya jelas: siklus lebih singkat, lebih sedikit pergantian kimia, penghematan air dan energi signifikan, sambil memastikan pemindahan padatan (“solid‑land”) dan mikroba yang tuntas (Food Safety; Food Safety).

Program preventif untuk menekan pembentukan beerstone

Pencegahan menuntut program CIP konsisten. Semua bejana dan jalur yang kontak wort/beer—khususnya fermenter, brite tank, keg, dan heat exchanger—perlu CIP harian setelah digunakan. Resep preventif tipikal: pre‑rinse hangat 5–10 menit; kaustik panas (NaOH 1,5–3%) 20–40 menit pada 60–75 °C; bilas; lalu asam panas (H3PO4/HNO3 0,5–1,0%) 10–20 menit pada 40–60 °C (YoLong Brewtech), diakhiri bilas akhir dan sanitasi. Contoh lain dari industri: 20–40 menit dalam alkali 1–4% lalu 20–40 menit dalam asam 0,5–1% (MoreBeer; YoLong Brewtech).

Larutan pembersih harus segar dan pada “kadar kerja” (dipantau via titrasi atau konduktivitas), dan peralatan dikeringkan/dianginkan tuntas di akhir siklus (MicetCraft; YoLong Brewtech). Untuk mengurangi beban kalsium/magnesium pemicu kerak, pengolahan air seperti softener berguna mencegah scale di brewery; pendekatan berbasis resin juga lazim dengan sistem ion exchange yang menukar ion keras di air make‑up.

Langkah kunci lain: mengeluarkan (purging) CO2 sebelum siklus kaustik agar tidak terjadi vakum dan pemborosan kaustik; pengeluaran padatan/yeast tepat waktu; inspeksi berkala adanya deposit awal dan uji pasivasi (menekan besi tersisa). Pemantauan efektivitas cleaning—misalnya uji bioluminesensi ATP (alat uji cepat sisa biomassa) atau swab mikroba—membantu memastikan tidak ada film tersisa; sistem modern menaikkan tingkat “lulus” ATP bersih di atas 95–98% setelah CIP yang dioptimalkan (YoLong Brewtech).

Setiap beerstone yang terlihat harus ditangani agresif (konsentrasi tinggi di rentang aman atau scrubbing manual) untuk mengembalikan baseline bersih; setelah pengangkatan berat, siklus pemeliharaan bisa memakai kimia yang lebih ringan. Program preventif juga mengendalikan parameter proses: meminimalkan beban logam/oksalat (mis. pengenceran padatan hot‑side), menghindari kekerasan air pengencer berlebih, dan menghindari penahanan wort terlalu lama. Semua agen pembersih harus dinetralkan dan dibilas tuntas agar residu kimia tidak memicu scale baru. Jika dijalankan disiplin, beerstone tetap terkendali dan performa perpindahan panas terjaga—ingat, 1 mm kerak saja dapat menurunkan kinerja heat exchange ≈40% (Orlichem).

Baca juga:

Cara Menghilangkan Haze Bir: Isinglass, Silica Gel & PVPP

Catatan sumber dan istilah

Definisi kimia dan praktik brewery merujuk pada panduan proses (MoreBeer; YoLong Brewtech), rekomendasi pemasok kimia (Solenis; Solenis), dan literatur sanitasi brewery (Orlichem; Food Safety). Semua angka dan klaim didukung data dalam tautan tersebut.

Keywords: beerstone, calcium oxalate, CIP, phosphoric acid, nitric acid, surfactant, beer hygiene, preventive maintenance (MoreBeer; TW Chemicals).

Chat on WhatsApp 2212122qwa