Dari filter press bertekanan hingga leaching ulang, inilah paket lengkap pengelolaan lumpur nikel yang menekan volume 50–70% sekaligus memulihkan Ni/Co ~80%—selaras regulasi Indonesia yang makin ketat.
Industri: Nickel_Mining | Proses: Wastewater_Treatment
Indonesia memegang ≥60% suplai nikel global (www.mdpi.com) (www.reuters.com). Tekanannya jelas: hukum lingkungan dan standar emisi air limbah menuntut solusi bersih; pasar menginginkan nilai lebih dari setiap ton tailing.
Jawaban industrinya bergerak ke arah dewatering mekanis berperforma tinggi dan “dry stacking” (penumpukan kering). Sebuah laporan industri bahkan menyebut penyimpanan tailing HPAL (high‑pressure acid leach: pelindian asam bertekanan tinggi) di bendungan basah sebagai “berisiko lingkungan,” sementara dry stacking via filter press bertekanan “agresif diimplementasikan” secara global (dewaterfilterpress.com).
Di bawah ini, rencana holistik yang menyeimbangkan kepatuhan—dari AMDAL (analisis dampak lingkungan) hingga kewajiban reklamasi—dengan peluang pemulihan nikel dan kobalt dari lumpur. Semua angka, contoh, dan URL merujuk sumber terbuka yang disematkan.
AMD Nikel: Tiga Teknologi Pasif, Tiga Biaya Siklus Hidup, Satu Kerangka Keputusan
Kerangka regulasi dan kewajiban
Hukum utama: UU No.32/2009 Perlindungan Lingkungan dan UU No.4/2009 Minerba menetapkan kewajiban pengelolaan limbah serta AMDAL (www.scribd.com). Peraturan Pemerintah 78/2010 mewajibkan reklamasi tambang, sementara Permen LHK No.16/2019 (amandemen kedua Permen 5/2014) mendefinisikan baku mutu buangan untuk air limbah pertambangan yang wajib dipenuhi (www.scribd.com).
Terbaru, Permen LHK No.5/2022 mewajibkan penanganan efluen pertambangan melalui constructed wetlands (lahan basah buatan) (peraturan.bpk.go.id). Selain itu, PP 22/2021 secara eksplisit mengecualikan slag nikel (ferro‑Ni) dari kategori limbah B3 (www.kompas.id).
Implikasinya jelas: setiap rencana lumpur harus mengejar kualitas air ketat (mis. batas Ni, Co) dan memaksimalkan solusi kering serta pemulihan sumber daya (www.scribd.com) (www.kompas.id).
Karakter tailings dan lumpur nikel
HPAL hampir seluruh Ni/Co masuk larutan, menyisakan tailing tinggi Fe/Si dan bersifat asam. Satu studi menemukan tailing HPAL mengandung ≈38% Fe dan <7% S (Ni/Co sebagian besar sudah diekstraksi) (www.kompas.id). Pada peleburan pirometalurgi RKEF (rotary kiln‑electric furnace: tanur putar–tanur listrik), slag padat masih menyimpan logam—tipikal slag Ni‑Fe ≈40,7% Fe dengan ≈0,6% Ni dan 0,2% Co (www.mdpi.com).
Beban limbahnya besar: secara global ~6–16 ton slag per 1 ton nikel logam (www.mdpi.com). Di Indonesia, fasilitas dry‑stack Harita Nickel menampung ~25×10^6 m³ (~49×10^6 ton) tailing HPAL (www.kompas.id). Air limbah tambang tanpa pengolahan mudah melampaui batas aman logam berat, sehingga harus dinetralkan dan diklarifikasi (pmc.ncbi.nlm.nih.gov).
Praktiknya, tailing HPAL dinetralkan (kapur ditambah untuk menaikkan pH) dan ko‑presipitasi logam, lalu dikirim ke dewatering (www.kompas.id). Lumpur hasilnya kaya padatan dan hidroksida Ni/Co terko‑presipitasi.
Skema dewatering berperforma tinggi
Target utama: meminimalkan volume lumpur. Alih‑alih kolam besar, digunakan pengentalan dan dewatering mekanis—filter press atau sentrifugasi. Filter press menghasilkan cake paling kering: “drip‑free, stackable” (padatan yang bebas tetes dan bisa ditumpuk) (www.mclanahan.com).
Keringnya terukur: cake filter press lazim mencapai 30–60%+ padatan (kelembapan 40–70% atau lebih rendah) (www.nihaowater.com). Pada uji industrial tailing HPAL, kadar air cake 22–24% (≈76–78% padatan) tercapai (dewaterfilterpress.com). Sebaliknya, belt filter press lazimnya ~20–30% padatan (70–80% kelembapan), sedangkan decanter centrifuge berada di antara slurry pengental (~10–20% padatan) dan kekeringan filter press (www.nihaowater.com) (www.mclanahan.com).
Rekomendasi: filter press pelat membran (membrane‑plate, operasi batch) untuk dewatering akhir. Uji laboratorium mengoptimalkan konfigurasi pelat membran dan parameter tekanan/waktu untuk menembus target kekeringan (dewaterfilterpress.com) (dewaterfilterpress.com). Satu studi kasus memakai banyak filter press HP 6×6 kaki (membran) untuk >800 DMT/jam (dry metric tonnes per hour: ton metrik kering per jam) tailing HPAL, dengan target ≤24% kelembapan cake dan konsentrasi umpan ~35% padatan (dewaterfilterpress.com) (dewaterfilterpress.com).
Filter press juga meniadakan kebutuhan koagulan pada tahap ini (berbeda dengan belt press) dan otomatis menangkap padatan, menghasilkan filtrat jernih yang siap reuse (www.mclanahan.com). Dengan cake padatan tinggi, pengurangan volume aliran limbah mencapai 50–70%: misalnya, dewatering 1.000 m³ slurry 35% padatan menjadi cake 22% kelembapan kira‑kira memangkas separuh volume pembuangan.
Untuk pra-penyisihan material kasar/serpihan, unit seperti automatic screen membantu menjaga stabilitas proses sebelum pengentalan. Pada tahap pengentalan, utilitas seperti clarifier dan lamela settler relevan guna menaikkan konsentrasi padatan sebelum filter press, berikut paket pendukungnya (wastewater ancillaries).
Rencana pengelolaan lumpur holistik
Rangkaian kunci meliputi: (a) presipitasi logam dari air limbah (dosing kapur atau sulfida untuk menangkap Ni, Co residual), (b) pengentalan (polimer dan pengklarifikasi) untuk memekatkan lumpur, dan (c) dewatering lanjutan (filter press, atau sentrifus lalu dipoles filter press) menjadi cake akhir. Semua peralatan didahului penyesuaian pH dan pengkondisian flokulan (polielektrolit) untuk memaksimalkan penangkapan padatan.
Dosing bahan kimia yang presisi mendukung konsistensi proses—pompa penakaran seperti dosing pump memudahkan kontrol pH dan penambahan reagen. Untuk pembentukan flok yang andal, opsi seperti flocculants dan, bila diperlukan, coagulants atau varian berbasis PAC (PAC) dan paket PAC/ACH dapat dipertimbangkan sesuai karakter slurry.
Operasionalnya, siklus pompa‑pengental‑filter press diotomasi dengan surge tank agar kompatibel dengan sifat batch filter press (www.mclanahan.com). Bahan bantu dewatering juga tersedia sebagai program sludge treatment untuk memperbaiki karakter dewatering.
Pasca-dewatering, cake ditumpuk kering di lokasi (DSTF—dry stack tailings facility: fasilitas penumpukan kering) atau dikirim ke fasilitas berizin sesuai regulasi. Di Indonesia, pembuangan tailing ke laut dalam (DSTP—deep‑sea tailings placement) untuk nikel dilarang, sehingga seluruh lumpur terpekat harus tetap di darat (www.kompas.id). Dry stack meminimalkan risiko bendungan dan memungkinkan pemulihan air sisa via evaporasi/pengendalian limpasan, dengan tanggul penahan dan resirkulasi lindi untuk mencegah pelepasan kontaminan. Pemantauan lingkungan periodik—misalnya pelaporan triwulanan ke KLHK sebagaimana praktik Harita—dilakukan (www.kompas.id).
Elektrolit Nikel Super Bersih: SX Menahan Kotoran, Bleed Menjaga Sel EW Tetap Tajam
Pemulihan Ni/Co dan potensi pendapatan

Cake/sludge masih menyimpan logam bernilai. Slag tanur nikel tipikal hanya ~0,6% Ni dan 0,2% Co (www.mdpi.com), namun studi menunjukkan hingga ~80% logam tersebut bisa dileaching. Uji lab memakai asam sitrat+askorbat memulihkan 79–80% Ni dan Co dari slag nikel yang refrakter (www.mdpi.com).
Pada tailing laterit, kandungan ~0,25% Ni dan ~0,09% Co telah dilaporkan; bioleaching atau leaching asam (mis. asam sulfat yang dihasilkan Acidithiobacillus) mengekstrak ~79–80% Ni dan ~50–58% Co (www.researchgate.net) (www.researchgate.net). Contoh kasar: bila 10.000 t/hari lumpur mengandung 0,25% Ni, proses dengan recovery 80% bisa menghasilkan 20 t Ni/hari.
Dengan harga saat ini (akhir 2024–2025), nikel sekitar US$14.000–$15.000/ton dan kobalt ~$21.500/ton (www.reuters.com) (www.reuters.com). Artinya, setiap satu poin persentase Ni per ton lumpur bernilai ~$140–150. Beban 0,2% Ni dan 0,05% Co di lumpur setara ~$37/ton jika 80% keduanya direstorasi. Pada skala jutaan ton, nilainya signifikan: fasilitas dengan 25×10^6 m³ (~49×10^6 t) tailing secara teoretis bisa mereklamasi kisaran ($1–2) ×10^9 Ni/Co (sekalipun efisiensi bersih setelah biaya hanya setengah nilai).
Secara praktis, terapkan “rinse” hidrometalurgi atau leaching tahap kedua pada cake terdewatering. Leaching asam, diikuti ekstraksi pelarut atau presipitasi, mengangkat Ni/Co menjadi garam jual. Pada kadar sangat rendah, bioleaching A. thiooxidans adalah opsi biaya rendah—terbukti menghasilkan asam sulfat yang cukup untuk memulihkan ~79% Ni dari tailing 0,25% Ni (www.researchgate.net). Kebutuhan reagen dapat dipenuhi dari paket chemicals proses yang kompatibel dengan skema pabrik.
Reuse material dan contoh industri
Contoh pemanfaatan sederhana: PT Harita Nickel (Pulau Obi) mencampur slag nikel dengan semen untuk mencetak batako. Uji cobanya memakai ~2,8 kg slag per batako (sudah 1+ juta batako) dan dijual Rp3.000/buah (www.kompas.id) (www.kompas.id). Ini dimungkinkan karena PP 22/2021 mengklasifikasikan slag sebagai non‑B3 (www.kompas.id).
HPAL tailing juga diteliti untuk topsoil (setelah Ni dihilangkan) atau bahan baku baja/baterai LFP; kandungan Fe (~38%) dan sisa Cr menawarkan potensi umpan metalurgi (www.kompas.id). Untuk “polishing” air hasil dewatering agar memenuhi baku mutu, filtrat jernih dapat diarahkan ke membran tekanan rendah seperti ultrafiltration (UF) sebagai bagian dari membrane systems reuse.
Rencana QC SX‑EW Nikel: Jalur Kendali dari PLS hingga Katoda ≥99,80%
Hasil yang diharapkan dan metrik
Dengan rangkaian di atas, fasilitas dapat mencapai: reuse air >95%, reduksi volume lumpur >50%, dan efisiensi pemulihan logam ~80% untuk Ni/Co. Contoh, unit yang mengolah 100 m³/jam slurry tailing 35% padatan bisa memulihkan ~70 m³/jam air untuk reuse dan menghasilkan cake ~75% padatan (kelembapan ~25%) (dewaterfilterpress.com) (www.mclanahan.com).
Filter press yang beroperasi 24/7 dapat menangani laju seperti itu dengan beberapa unit paralel. Dengan pemulihan Ni 80%, bahkan kadar Ni di lumpur yang moderat (mis. 0,2%) setara ~0,16% Ni di larutan keluaran—basis tonase Ni tahunan yang material. Untuk ketahanan operasi sehari‑hari, komponen pendukung seperti physical separation di hulu serta suku cadang parts & consumables membantu menjaga ketersediaan.
Intinya: paket ini menggabungkan dewatering terbukti (filter press, “membrane filters”) dan kimia pemulihan logam yang terus berkembang (asam/adsorpsi/biorecovery) untuk mentransformasi lumpur nikel—dari liabilitas menjadi aset (www.mdpi.com) (www.researchgate.net). Contoh lapangan dari Harita menunjukkan jalurnya: netralisasi tailing, filter press ke cake “kering,” lalu DSTF di lokasi aman (www.kompas.id).
Seluruh angka dan klaim di artikel ini bersumber dari dokumen regulasi Indonesia dan literatur industri: www.scribd.com, www.kompas.id, dewaterfilterpress.com, www.mdpi.com, www.mclanahan.com, www.nihaowater.com, www.reuters.com, www.reuters.com, dan www.researchgate.net.
