Antiscalant RO: Kunci Recovery Tinggi Tanpa Scaling & CIP Mahal

Lonjakan instalasi RO global memaksa pabrik mengejar recovery tinggi tanpa tersandung kerak CaCO3, CaSO4, atau silika. Kuncinya: antiscalant yang tepat dan perhitungan berbasis software, bukan sekadar indeks lama.

Industri: Desalination | Proses: Reverse_Osmosis_(RO)

Reverse osmosis (RO, pemisahan air lewat membran bertekanan tinggi dari ion/garam terlarut) kini menjadi tulang punggung produksi air minum dan air payau, tetapi scaling dari garam sukar larut—terutama Ca²⁺/Mg²⁺/SiO₂/SO₄²⁻—masih menjadi pembatas utama recovery dan uptime. Dalam satu dekade terakhir saja, ~11.825 instalasi RO baru (total ~25×10^6 m³/hari) beroperasi di seluruh dunia—sebagian besar sistem air payau—dan banyak sumber baku (mis. sumur di wilayah tambang kering) kaya Ca, Mg, silika, dan sulfat (www.researchgate.net) (www.researchgate.net).

Tanpa inhibitor, ion-ion ini mengendap di membran sebagai CaCO₃, CaSO₄·2H₂O, CaF₂, BaSO₄, SrSO₄, gel SiO₂, serta hidroksida/oksida Fe atau Al—menyebabkan penurunan fluks, kenaikan ΔP, dan CIP (clean-in-place) lebih sering (www.lautanairindonesia.com) (onlinelibrary.wiley.com). Skema operasi bebas scale menentukan biaya energi dan downtime.

Di lapangan, sistem brackish-water RO dan SWRO (sea-water RO) untuk industri dan pembangkit adalah backbone yang harus dilindungi skema antiscalant yang tepat; integrasi membrane antiscalants, pretreatment, dan pemodelan proses makin krusial di pabrik modern.

Baca juga:

Resep CIP Clean In Place: Caustic + Asam + PAA untuk Brewery

Mineral penyebab scaling di RO

Skala anorganik yang lazim di RO meliputi kalsium karbonat (calcite/aragonite), gipsum (CaSO₄·2H₂O), kalsium fluorida, barium/stronsium sulfat, silika (koloidal/polimerik SiO₂), dan presipitat logam (Fe/Al hidroksida) (www.lautanairindonesia.com). CaCO₃ “berkapur” terbentuk saat Ca²⁺ dan HCO₃⁻ melampaui kelarutan (umum pada air baku alkalin). Gipsum dipicu Ca²⁺ dan SO₄²⁻, dan cepat terinduksi saat recovery naik (www.researchgate.net) (onlinelibrary.wiley.com).

Scaling silika cenderung sebagai SiO₂ polimer (silicic acid) pada pH/strength ionik tinggi dan terkenal sulit dibalik. Barium/stronsium sulfat sangat rendah kelarutannya (K_sp ≈10⁻¹⁰), sehingga mengendap pada sebagian brine inland. Dalam studi air tanah Gran Canaria, SiO₂ dan CaCO₃ mendominasi risiko scaling (www.researchgate.net).

Keterbatasan indeks klasik dan kebutuhan model kimia

ChatGPT Image Jan 22, 2026, 11_42_44 AM

Propensi scaling sering diukur lewat indeks kejenuhan (saturation index, SI = log IAP/K_sp) seperti Langelier Index (LI) dan Stiff–Davis. Namun LI mengabaikan ionic strength dan kompleksasi; Stiff–Davis dikalibrasi untuk air laut dan kerap gagal di air payau (www.membranechemicals.com) (www.membranechemicals.com).

Pada RO high recovery, konsentrat bisa mencapai TDS beberapa ribu mg/L, dan concentration polarization di permukaan membran menaikkan kadar ion lokal. Karena itu, pemodelan termodinamika kimia yang rigor diperlukan. Studi berbasis PHREEQC mensimulasikan akumulasi konsentrat dan menghitung SI mineral utama pada berbagai level recovery (sustainenergyres.springeropen.com) (sustainenergyres.springeropen.com).

Mekanisme kerja antiscalant

Antiscalant (inhibitor kerak) ditambahkan ke feed RO untuk menghambat kristalisasi lewat beberapa mekanisme (www.lautanairindonesia.com) (www.lautanairindonesia.com):

  • Threshold inhibition: molekul inhibitor mengikat ion pembentuk scale (mis. Ca²⁺, Fe³⁺) jauh di bawah stoikiometri, menunda pembentukan nukleus. Secara praktis, beberapa mg/L antiscalant dapat menahan kristalisasi meski larutan supersaturated.
  • Crystal distortion: antiscalant teradsorp di permukaan kristal/nukleus, mendistorsi kisi dan menghasilkan partikel tidak beraturan yang tidak melekat dan cenderung larut atau tersuspensi.
  • Dispersing action: polimer bermassa molekul tinggi menstabilkan partikel halus agar tidak menggumpal, sehingga presipitat yang terbentuk tidak menjadi kerak padat (www.lautanairindonesia.com).

Dengan antiscalant yang tepat, pabrik bisa menaikkan recovery dan memperjarang CIP. Integrasi dengan membrane cleaners tetap penting untuk menjaga kinerja.

Baca juga:

Biaya IPAL Limbah Pabrik Bir: Bangun Sendiri atau Water as a Service?

Kelas antiscalant dan trade-off

Berbasis fosfonat. Asam organofosfonat seperti ATMP (aminotris(methylene)phosphonic acid), HEDP (1‑hydroxyethane‑1,1‑diphosphonic acid), NTMP (nitrilotris(methylene)phosphonic acid), dan PBTC (2‑phosphonobutane‑1,2,4‑tricarboxylic acid) adalah inhibitor luas pakai (onlinelibrary.wiley.com). Mereka kuat mengkelat kalsium dan efektif menahan CaCO₃, CaSO₄, BaSO₄, SrSO₄, bahkan CaF₂ serta hidroksida logam. Dalam studi komparatif, pada 0,5 mg/L, ATMP mencapai hampir 100% inhibisi presipitasi gipsum, sedangkan HEDP atau PBTC jauh di bawah 50% pada kondisi identik (onlinelibrary.wiley.com).

Uji lain menunjukkan formulasi kaya ATMP cepat teradsorp dan mengungguli NTMP murni dalam menghentikan fouling CaCO₃ (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (onlinelibrary.wiley.com). Kekurangannya: biodegradabilitas rendah dan beban fosfor (isunya eutrofikasi); banyak negara mengatur pembuangan fosfor, mendorong alternatif “hijau” (onlinelibrary.wiley.com).

Berbasis polimer (akrilat/karboksilat). Polimer larut air seperti PAA (polyacrylic acid) dan kopolimer maleic–acrylic memberi efek threshold dan dispersan. Low‑MW polyacrylates (~1.500–3.000 Da) tampil baik: pada uji gipsum, kopolimer MA‑AA dan PESA masing‑masing mencapai ~100% inhibisi CaSO₄ pada 0,5 mg/L—nyaris setara ATMP (onlinelibrary.wiley.com). PESA dan PASP (biodegradable) juga setara ATMP dan jauh lebih baik dari PAA biasa (onlinelibrary.wiley.com), termasuk untuk calcite (onlinelibrary.wiley.com).

Lainnya. Agen berbasis fosfat (mis. hexametaphosphate) dan sekuestran anorganik sederhana (EDTA, nitrilotriacetate) kian ditinggalkan di RO karena instabilitas dan pelepasan nutrien (www.lautanairindonesia.com) (onlinelibrary.wiley.com). Asam organik (mis. sitrat, glukonat) membantu pada skala ringan/chelating tambahan (www.lautanairindonesia.com), tetapi tidak menyamai fosfonat/polimer pada pretreatment TDS tinggi. Aminofosfonat/dendrimer ada namun jarang.

Produk komersial modern umumnya adalah blend fosfonat, polikarboksilat, dan aditif (mis. dispersan, biocide). Pemasok menargetkan profil scale spesifik—contoh, satu katalog menawarkan “CAS” untuk air payau tinggi CaSO₄, “SI” untuk silika tinggi, dan “MP” untuk brackish municipal (genesysro.co.za). Praktiknya: identifikasi garam dominan, lalu pilih kimia yang terbukti menghambatnya. Formulasi kaya fosfonat unggul pada air kaya Ca/sulfat; polikarboksilat ditekankan untuk silika atau fouling campuran.

Efektivitas menurut jenis scale

Calcium carbonate (CaCO₃). Fosfonat (khususnya ATMP) dan low‑MW polikarboksilat sangat efektif. ATMP kerap disebut inhibitor calcite kuat (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (onlinelibrary.wiley.com). Dalam uji RO pada air tanah alami, antiscalant mengandung ATMP secara dramatis menekan deposisi CaCO₃ dibanding produk hanya NTMP (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). PESA/PASP juga efektif (onlinelibrary.wiley.com). PAA high‑MW atau NTMP tanpa ATMP umumnya moderat; pada protokol NACE, inhibitor mengandung ATMP mendekati 100% pencegahan calcite, sementara HEDP/poliakrilat perlu dosis lebih tinggi (onlinelibrary.wiley.com).

Calcium sulfate (gipsum). Hampir semua antiscalant modern efektif. Studi menunjukkan MA‑AA dan ATMP pada 0,5 mg/L menekan total kristalisasi gipsum, sementara HEDP atau PBTC hanya ~40% pada dosis sama; pada 3 mg/L, HEDP/PBTC akhirnya mencapai inhibisi penuh (onlinelibrary.wiley.com). Inhibitor “hijau” PESA/PASP ~90–100% pada 0,5 mg/L (onlinelibrary.wiley.com) (onlinelibrary.wiley.com). Peringkat relatif: MA‑AA ≈ ATMP ≈ PESA/PASP >> NTMP > HEDP ≈ PBTC (pada dosis setara) (onlinelibrary.wiley.com) (onlinelibrary.wiley.com).

Silika (SiO₂). Silika kurang ionik dan sangat dipengaruhi kinetika. Antiscalant konvensional terbatas dalam menahan polimerisasi silika, sehingga taktik khusus dibutuhkan. Agen polikarboksilat/dispersan memperlambat gelasi: studi bench menunjukkan inhibitor akrilik/polikarboksilat memperpanjang waktu induksi presipitasi silika pada brine RO (1,5–2,5 mg/L; pada 60–300 mg/L SiO₂) (www.researchgate.net). Praktiknya, feed silika tinggi sering memerlukan inhibitor spesifik silika atau removal hulu (mis. alkali deaeration, ion exchange). Silica Kinetics Index (SKI) diusulkan untuk memprediksi fouling silika, memperhitungkan termodinamika dan kinetika polimerisasi cepat (www.membranechemicals.com).

Barium/stronsium sulfat. Sangat tak larut. Bahkan inhibitor kuat pun kewalahan: studi terbaru membutuhkan 160 mg/L polimer tailor‑made untuk mencapai ~89% inhibisi BaSO₄ pada pH 7 dan 70 °C (www.mdpi.com). Praktik RO: barium lebih aman dihilangkan via ion exchange atau softening ketimbang mengandalkan antiscalant pada dosis biasa.

Skala lain. Fluorida (CaF₂) dan hidroksida logam (Fe/Al) umumnya teratasi oleh fosfonat; silikat (kalsium silikat) dapat mengendap pada pH tinggi—fosfonat membantu. Blend broad‑spectrum (fosfonat+polimer) menangani sebagian besar skala anorganik secara simultan.

Penghilangan hulu dapat diintegrasikan via ion exchange system untuk barium/stronsium atau softener untuk hardness, sementara NF dapat dipertimbangkan dalam train bersama RO—misalnya sebagai unit nano‑filtration sebelum atau sesudah RO tergantung strategi.

Perangkat lunak pemodelan dan alur kerja

Geochemical simulators. PHREEQC atau OLI StreamAnalyzer menghitung indeks kejenuhan multi‑mineral. Contohnya, studi memakai PHREEQC v3.7.3 untuk SI CaCO₃, gipsum, dsb. di konsentrat RO (www.mdpi.com). Basis data freshwater/SW bawaan memungkinkan simulasi penguapan/recovery bertahap; akurat (memperhitungkan ionic strength, kompleks, temperatur) namun butuh setup pengguna.

RO design simulators. WAVE dari DuPont (gratis) mengintegrasikan ultrafiltration, RO, dan ion‑exchange dalam satu model, dengan kalkulasi kesetimbangan bawaan; pengguna memasukkan komposisi, recovery, spesifikasi membran dan WAVE melaporkan penolakan garam, kualitas permeat, serta memberi “warning” scaling atau batas recovery (www.dupont.com). Model PHREEQC juga bisa digandengkan ke unit RO dalam simulator proses (mis. SysCAD) untuk menghitung komposisi aliran setelah membran secara dinamis (help.syscad.net).

Antiscalant projection tools. PROTON® (AWC) adalah kalkulator antiscalant khusus: menerima kimia air detail, matriks membran, dan pilihan kimia antiscalant (www.membranechemicals.com) (www.membranechemicals.com). PROTON memprediksi kejenuhan ~50 garam (www.membranechemicals.com), lalu mengiterasi dosis untuk menjaga tiap spesies di bawah saturasi—memodelkan concentration polarization dan fluks membran (www.membranechemicals.com). Indeks baru seperti Calcium Carbonate Nucleation Index (CCNI) memperbaiki LSI, dan Antiscalant Precipitation Index (API) memprediksi presipitasi garam Ca–antiscalant pada dosis tertentu (www.membranechemicals.com) (www.membranechemicals.com). Praktiknya, engineer dapat mensimulasikan skenario semisal “what if I raise recovery to 85% with 4 mg/L of Genesys CAS?” sebelum uji lapangan.

Alur kerja software.

  1. Analisa feed: Ca, Mg, Na, Cl, SO₄, HCO₃ (alkalinitas), pH, T, SiO₂, dsb.
  2. Cek awal scaling: hitung komposisi konsentrat pada target recovery (mempertimbangkan penolakan garam dan pemekatan), lalu SI untuk skala potensial (PHREEQC, WAVE, PROTON).
  3. Pilih jenis antiscalant: identifikasi skala pembatas (SI tertinggi) dan pilih kimia yang menargetkannya (fosfonat untuk gipsum/hardness, polikarboksilat untuk silika).
  4. Estimasi dosis: iterasi hingga semua SI kunci aman negatif (atau di bawah margin yang dipilih, mis. –0,1). PROTON melaporkan mg/L yang diperlukan serta memperingatkan jika inhibitor‑nya sendiri akan mengendap (API).
  5. Validasi: terapkan dosis prediksi (umumnya beberapa mg/L) di jar test atau unit kecil—mis. NACE tube tests, induction‑time assays [19]—lalu sesuaikan.

Rantai ini menghasilkan rekomendasi produk/dosis yang kemudian dibuktikan di lapangan. Contoh, model bisa memprediksi penambahan 3,5 mg/L ATMP‑based inhibitor serta penyesuaian pH feed memungkinkan 85% recovery tanpa gipsum.

Di tahap implementasi, pengumpan kimia presisi seperti dosing pump akan meminimalkan variabilitas dosis harian di sistem membrane systems skala industri/municipal.

Pedoman dosis dan operasi

Dosis antiscalant di feed RO umumnya beberapa mg/L hingga ~10 mg/L. Banyak BRWO memulai ~2–5 mg/L dan disetel lanjut—risiko scale lebih berat (Ca/SO₄ tinggi atau recovery ditargetkan tinggi) memerlukan dosis lebih besar. Dosis ditulis sebagai mg/L active ingredient. Satu studi kasus: blend fosfonat 2,5 mg/L aman untuk 75% recovery, sementara 85% memerlukan ~4 mg/L produk yang sama (onlinelibrary.wiley.com).

Kebalikannya, bila feed sangat lunak (kekerasan 3–5 meq/L), menaikkan dosis dari 3 ke 7 mg/L tidak terukur efeknya—laju scale terabaikan di semua kasus (www.researchgate.net). Artinya, pada risiko rendah, dosis minimal menghemat biaya kimia.

Monitoring dan penyesuaian. Pantau fluks permeat, penolakan garam, dan interval fouling. Kenaikan ΔP atau penurunan recovery tanpa sebab mengindikasikan dosis kurang. Penambahan ~1–2 mg/L kerap dipakai sebagai “safety margin” di atas kebutuhan stoikiometri Ca (kapasitas pengikatan 20–50%). Software khusus menyetel margin ini lewat indeks API.

Catatan lingkungan dan regulasi

Sisa antiscalant keluar bersama brine konsentrat atau, pada air minum RO, sebagian kecil mungkin masuk permeat (kebanyakan antiscalant tidak lolos membran RO secara signifikan). Untuk aplikasi air minum, gunakan formulasi bersertifikasi NSF/ANSI‑60; beberapa produk komersial tersertifikasi aman untuk potable use (genesysro.co.za). Di Indonesia, air minum harus memenuhi SNI (mis. <0,05 mg/L P). Karena antiscalant organofosfonat mengandung fosfor, residu P harus dipastikan tidak melanggar aturan lokal (hanya sedikit standar spesifik untuk pembuangan antiscalant, tetapi hukum kualitas air umum berlaku). Konsentrat dibuang sesuai aturan lingkungan (mis. batas BOD/COD/logam bila dialirkan); fosfor/organik pekat dapat menuntut rencana treatment atau reuse.

Integrasi pretreatment dan opsi proses

Efektivitas antiscalant meningkat bila dipadukan dengan pre‑filtration dan protokol cleaning. Pretreatment seperti ultrafiltration sebelum RO dan polishing dengan cartridge filter atau media granular seperti sand silica membantu menstabilkan operasi, khususnya pada sumber permukaan. Untuk silika tinggi yang memerlukan penghilangan hulu, resin ion‑exchange resin dapat menjadi bagian dari skema ion exchange yang terintegrasi.

Baca juga: 

Teknologi Wort Boiling Hemat Energi: Calandria, Vacuum & TVR

Ringkasan dan parameter kunci

Kontrol scale efektif bergantung pada pemilihan kimia inhibitor sesuai komposisi feed dan target recovery. Fosfonat (khususnya ATMP‑containing) umumnya terbaik untuk air kaya Ca‑Mg/sulfat, sedangkan polikarboksilat unggul pada garam campuran dan silika. Uji bench dan lapangan konsisten menunjukkan perbedaan performa ordo besaran antar antiscalant (mis. ATMP vs NTMP, atau PESA vs PAA biasa) (onlinelibrary.wiley.com) (onlinelibrary.wiley.com).

Gunakan software (PHREEQC, PROTON, WAVE, dsb.) untuk mengkuantifikasi potensi scaling dan merancang dosis sebelum startup. Masukkan data brine ke model, identifikasi skala pembatas (SI positif), lalu naikkan dosis hingga semua SI aman negatif. Hasilnya: jenis antiscalant dan dosis mg/L yang direkomendasikan, lalu diverifikasi di jar/pilot. Dengan pendekatan data‑driven, plant dapat dinaikkan ke recovery desain dengan scaling minimal dan beban energi/CIP lebih rendah. Dalam semua kasus, kombinasikan treatment kimia dengan pre‑filtration serta cleaning yang baik.

Parameter kunci. Pantau kekerasan, alkalinitas, sulfat, silika, pH—parameter penentu risiko scale. Tren naik HCO₃⁻ atau TDS menandakan kebutuhan naiknya inhibitor. Best practice internasional menekankan menjaga “saturation ratio” tiap garam di bawah satu. Dengan model, dapat diprediksi apakah menambah 3 mg/L fosfonat memungkinkan 80% recovery tanpa CaCO₃/CaSO₄.

Sumber otoritatif mendasari seluruh kesimpulan di atas (www.researchgate.net) (www.researchgate.net) (www.lautanairindonesia.com) (www.lautanairindonesia.com) (onlinelibrary.wiley.com) (www.researchgate.net) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (www.mdpi.com) (genesysro.co.za) (www.researchgate.net) (onlinelibrary.wiley.com). Masing‑masing telah disitasi inline.

Chat on WhatsApp 2212122qwa