SX-EW Nikel: Cara Pangkas 0,5V & Hemat Energi 40%

Mengatur konduktivitas elektrolit, memangkas jarak elektroda, dan memilih material elektroda modern terbukti memangkas kWh/kg. Data industri menunjukkan pemanasan larutan dan penambahan garam pendukung dapat menurunkan voltase sel sekitar 0,5 V, yang berarti penghematan dua digit persen listrik.

Industri: Nickel_Mining | Proses: Solvent_Extraction_&_Electrowinning_(SX

Pada puncak boom EV, biaya listrik dari electrowinning (EW) nikel kini setara “pajak” operasional. Bukti lapangan dan studi menunjukkan langkah sederhana—mengerek konduktivitas, menyempitkan celah anoda–katoda, dan menahan kerapatan arus di zona efisien—bisa menurunkan konsumsi energi dari kisaran modern 4–5 kW·h/kg Ni (≈2,0–2,5 kW·h/lb) ke angka yang jauh lebih menarik (911metallurgist.com) (911metallurgist.com).

Skala penghematan layak diperhitungkan: untuk pabrik EW nikel 100.000 tpy (≈360 t Ni/hari), pengurangan 0,5 kW·h/kg pada tarif listrik US$0,05/kWh menghemat sekitar US$1,6 juta per tahun—dan itu baru dari satu tuas operasi.
Baca juga:

Dua Barrier Intake Akuakultur: Filtrasi + Ozon + UV Kunci Patogen

Konduktivitas elektrolit dan komposisi

Konduktivitas elektrolit (kemampuan larutan menghantarkan arus; kebalikannya adalah resistivitas, satuan Ω·cm) langsung menentukan rugi-rugi IR (I×R). Bak Ni EW industri lazim berisi 60–100+ g/L Ni dan ~5–10 g/L H₂SO₄, plus ~40 g/L H₃BO₃ sebagai buffer. Meningkatkan Ni dari 60 ke 135 g/L (naik ~125%) menaikkan efisiensi arus dari ~60% ke 72% dan memangkas energi spesifik ~17% (dari 2,25 ke 1,86 kW·h/lb Ni) (911metallurgist.com).

Suhu lebih tinggi turut membantu. Memanaskan larutan 85 g/L Ni dari 50°C ke 85°C menurunkan resistivitas dari 11,2 ke 8,0 Ω·cm (≈28% lebih rendah) dan, bersama pengaturan pH yang lebih menguntungkan, memangkas energi Ni sekitar 40% pada kerapatan arus tetap (911metallurgist.com). Secara praktis, menjaga suhu 50–70°C layak secara ekonomi untuk menurunkan over‑voltage dan kWh/kg.

Ion pendukung juga efektif. Melarutkan 100 g/L Na₂SO₄ ke dalam bak Ni–H₂SO₄ menurunkan resistivitas larutan ~25% pada 65°C dan memberikan ekstra penurunan voltase sel ~0,25 V pada 65°C (911metallurgist.com) (911metallurgist.com). Dikombinasikan dengan kenaikan suhu, total penurunan voltase sel bisa ~0,5 V—misalnya dari ~4,8 ke 4,3 V—yang setara penghematan energi ~10–15% pada arus konstan (911metallurgist.com) (911metallurgist.com).

Waspadai “kelelahan” asam. Selama plating Ni, H⁺ terbentuk di anoda dan dikonsumsi di katoda; akumulasi H⁺ bersaing lewat evolusi hidrogen, menurunkan efisiensi. Ekstraksi Ni per pass yang lebih besar menurunkan efisiensi arus dari ~74% menjadi 59% dan menaikkan kebutuhan energi dari 1,82 ke 2,24 kW·h/lb Ni (911metallurgist.com). Di sirkuit SX–EW, menjaga konsentrasi Ni tinggi dan segera menambah asam (mis. melalui bleed stream dari solvent extraction) membantu mempertahankan konduktivitas dan menekan evolusi hidrogen. Kontrol bahan kimia yang stabil dapat dilakukan melalui peralatan penakaran presisi seperti dosing pump (pompa dosing bahan kimia) untuk H₂SO₄, buffer, atau Na₂SO₄.

Jarak elektroda dan geometri sel

ChatGPT Image Feb 13, 2026, 11_10_50 AM

Secara fisik, rugi ohmik mengikuti R·I = (d/σA)·I, dengan d = jarak elektroda, σ = konduktivitas, A = luas penampang. Artinya, memangkas gap anoda–katoda langsung menurunkan drop IR. Vendor melaporkan pemakaian jarak 1 inci (~25 mm): agitasi yang ditingkatkan (tirai gelembung halus) memungkinkan gap rapat ini dan menurunkan konsumsi energi (www.sterc.org). Dalam praktik, gap 10–20 mm lazim; salah satu uji laboratorium menggunakan 13 mm pada sel 4,5 L (911metallurgist.com).

Dampak pengurangan gap signifikan: pada 1000 A/m² (kerapatan arus; arus per luas elektroda) dan resistivitas 15 Ω·cm, memangkas gap dari 0,02 m ke 0,01 m memotong drop ohmik dari ~2,0 menjadi 1,0 V. Desain “zero‑gap” dan flow‑through meminimalkan dead zone; agitasi lewat gelembung udara halus, jet elektrolit, atau elektroda bergerak membantu mendekatkan jarak sekaligus mengatasi polarisasi konsentrasi (www.sterc.org). Beberapa konfigurasi memakai katoda fluidized‑bed (media kaca memoles deposit) atau katoda silinder berputar untuk pengadukan (www.sterc.org) (www.sterc.org).

Baca juga:

Desain Intake Air Budidaya Tahan Monsun: Settling Pond, Sensor, Cadangan

Kerapatan arus dan biaya energi

Kerapatan arus j (A/m²) mengatur kompromi laju produksi vs efisiensi energi: makin tinggi j, throughput per luas naik, tapi over‑potential dan risiko evolusi hidrogen biasanya ikut naik. Data Bureau of Mines menunjukkan, menaikkan j katoda dari 15 ke 45 A/ft² (≈161 ke 483 A/m²) hanya menaikkan efisiensi arus 2–3%, tetapi voltase sel melonjak dari 3,2 ke 4,8 V, sehingga energi per kg naik sekitar 50% (911metallurgist.com).

Karena itu, banyak operasi memilih 100–300 A/m² untuk menyeimbangkan biaya modal vs listrik. Secara finansial: setiap kenaikan 1 V pada 2000 A (setara ~20 A/ft² pada sel 10 m²) menambah 2 kW beban daya—sekitar 17% dari baseline 12 kW.

Material elektroda dan pelapisan

Material elektroda mempengaruhi over‑potential. Di anoda, targetnya menurunkan over‑potensial evolusi oksigen. Anoda Pb–Ca era awal memerlukan ~1,5–2 V untuk evolusi oksigen. “Dimensionally stable anodes” (DSA; substrat titanium/niobium berlapis oksida logam mulia IrO₂, RuO₂, Ta₂O₅) menawarkan over‑potensial jauh lebih rendah—sering <0,7 V pada j tinggi—serta efisiensi arus dan voltase sel yang lebih baik (www.sterc.org).

Di katoda, memperbesar luas permukaan efektif—mis. serat karbon, foam Ni retikulat, atau expanded metal—meratakan medan dan menurunkan over‑potensial deposit. Satu studi melaporkan katoda serat karbon mencapai ~90% efisiensi arus dengan hanya ~3 kW·h per kg Ni (pubs.rsc.org)—sekitar separuh konsumsi dibanding pelat datar konvensional. Desain bipolar/segmented dapat memperbaiki distribusi arus dan memangkas rugi busbar; geometri filter‑press meminimalkan volume non‑aktif.

Agitasi, aliran, dan pemisahan ruang

Skema agitasi menentukan transport massa dan polarisasi konsentrasi. Sirkulasi turbulen berkecepatan tinggi (mis. >1 m/s) menipiskan lapisan difusi dan memperluas “wilayah Tafel” (regime kinetika aktivasi). Dalam sebuah channel‑cell eksperimental, sirkulasi turbulen (Re∼40.000) pada 2,1 m/s memperluas wilayah Tafel hingga 1400 A/m² untuk umpan 5 g/L Ni—dibanding hanya 200 A/m² pada aliran rendah (www.911metallurgist.com). Implementasi industri umum meliputi resirkulasi elektrolit, jet agitation, dan tirai gelembung halus (www.sterc.org). Untuk menangani filtrasi pada loop bertekanan, housing baja industri bertekanan tinggi seperti steel filter dapat dipertimbangkan pada tahap mekanis.

Pemisahan ruang anoda–katoda dengan diafragma atau membran penukar ion (ion‑exchange membrane; membran yang melewatkan ion tertentu) dapat mencegah H⁺ memasuki zona katoda, meningkatkan efisiensi arus. Dalam uji komparatif pada 50°C, sel berdiafragma mencatat efisiensi energi 21% lebih baik (kW·h/lb Ni) daripada sel tanpa diafragma (911metallurgist.com). Namun, menambahkan 100 g/L Na₂SO₄ ke bak tanpa diafragma menutup sebagian besar gap itu (tinggal ≈4%) (911metallurgist.com). Pada 65°C, sel tanpa diafragma justru mengonsumsi 5–10% lebih sedikit energi daripada yang berdiafragma karena konduktivitas lebih tinggi (911metallurgist.com).

Baca juga:

Ozonasi + Karbon Aktif: Hilangkan Warna, Naikkan UVT Air Budidaya

Dampak kuantitatif dan konteks operasi

Angka pembanding: konsumsi modern Ni EW berada di kisaran 4–5 kW·h/kg Ni (≈2,0–2,5 kW·h/lb) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com). Strategi berikut terbukti menekan angka ini: menaikkan Ni dari 6% ke 13,5% (w/v) memangkas energi ~17% (911metallurgist.com); memanaskan dari 50°C ke 85°C mengurangi ~40% (911metallurgist.com); menambahkan 100 g/L Na₂SO₄ menurunkan resistivitas ≈25% (~0,25 V drop pada sel) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com). Menggabungkan langkah‑langkah tersebut bersifat kurang lebih aditif; kenaikan suhu plus garam pendukung dapat menurunkan voltase sel ~0,5 V (≈15% dari voltase total) (911metallurgist.com).

Material mutakhir memperketat lagi neraca energi: satu laboratorium melaporkan konsumsi ~3 kW·h/kg Ni menggunakan katoda serat karbon (pubs.rsc.org). Dalam konteks Indonesia—yang agresif mendorong hilirisasi nikel untuk baterai EV—adopsi strategi ini mengurangi biaya operasi dan beban jaringan listrik.

Sumber: Studi hidrometalurgi dan laporan industri mendukung semua angka dan tren di atas (911metallurgist.com) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com) (911metallurgist.com) (pubs.rsc.org) (www.sterc.org) (www.sterc.org). Setiap angka (mis. % penghematan) diambil dari data uji eksperimental dan praktik lapangan yang sama.

Chat on WhatsApp 2212122qwa