Lahan vs Listrik: Pilihan Nyata Mengolah Limbah Akuakultur Berdebit Besar

Wetland buatan dan kolam pengendap memang murah jalan, tapi butuh hektare. Pabrik mekanis mengilap soal nutrien, namun boros energi dan modal. Data terbaru menempatkan keduanya dalam bingkai yang tajam.

Industri: Aquaculture | Proses: Wastewater_Treatment

Untuk buangan akuakultur bertonase besar namun encer, sistem ekstensif seperti kolam pengendap, stabilization lagoon (laguna stabilisasi), dan constructed wetlands (wetland buatan) kembali naik daun. Mereka mengandalkan pengendapan gravitasi, serapan tanaman, dan proses mikroba—bukan aerasi intensif. Bukti lapangan tegas: kolam pengendap dengan hydraulic retention time HRT (waktu tinggal hidraulik) sekitar 2–3 hari mampu menurunkan TSS (total suspended solids/total padatan tersuspensi) hingga sekitar 88%, tetapi hanya mengurangi TN (total nitrogen) 10–31% dan TP (total phosphorus) 15–55% (onlinelibrary.wiley.com).

Di sisi lain, wetland tipe free-water surface (permukaan air bebas) lazim mencapai penyisihan partikel sangat tinggi, tipikal 50–80% TSS (www.mdpi.com), dan memotong BOD/COD (biochemical/chemical oxygen demand, kebutuhan oksigen) sekitar 30–70% dalam berbagai studi—namun pengurangan nutrien anorganik jauh lebih rendah per volume. Satu ulasan melaporkan penyisihan TN di wetland berkisar lebar, dari negatif (neto melepas) sampai sekitar 64% (kebanyakan dari pengendapan neto) (onlinelibrary.wiley.com). Dalam praktiknya, penyisihan TN dan TP wetland cenderung hanya puluhan persen. Contoh mesokosmos menemukan penyisihan amonia-N 64–66% (dan sekitar 5–15% NOx) bersamaan dengan 55–66% TSS di bawah beban tinggi (www.researchgate.net).

Baca juga:

Drum Filter, Radial Settler, Belt Filter: Duel Penangkap Padatan RAS

Kinerja wetland dan kolam pengendap

news._chinese_academi_sciences._image

Tabrett dkk. (2024) menegaskan wetland bervegetasi “sangat efisien menghilangkan partikel organik, padatan tersuspensi, dan polutan mikroba, namun kurang efisien untuk nitrogen dan fosfor” (onlinelibrary.wiley.com). Bahkan, pada banyak kasus wetland justru bisa melepaskan nutrien: serasah/biomassa tanaman yang menumpuk dapat terurai dan menaikkan amonia atau fosfat pada aliran keluar (onlinelibrary.wiley.com) (onlinelibrary.wiley.com). Secara keseluruhan, penyisihan N yang benar-benar terkunci sebagai biomassa permanen di wetland sering kali hanya kurang dari 10% dari beban masuk (onlinelibrary.wiley.com).

Pada tahap pra-perlakuan fisik, banyak lokasi mengandalkan pemisahan kasar—misalnya peralatan penyaringan dan pemisahan awal—untuk menahan sampah dan padatan besar sebelum kolam pengendap. Di intake, pilihan seperti manual screen atau automatic screen membantu menstabilkan beban ke unit berikutnya tanpa menambah konsumsi energi proses.

Pabrik mekanis intensif dan polishing nutrien

1-s2.0-S277242712100022X-gr4

Kontras mencolok datang dari pabrik mekanis berintensitas tinggi—misalnya aerated lagoons, activated sludge, dan bio-reaktor film melekat seperti MBBR (moving-bed bioreactor). Dirancang untuk penyisihan nutrien yang jauh lebih besar, sistem ini pada beban masuk serupa tipikal mencapai >90% penghilangan padatan tersuspensi dan BOD, serta 70–90% TN dan TP (khususnya bila ada tahap nitrifikasi/denitrifikasi atau presipitasi P kimia). Tautkan ini dengan opsi proses seperti activated sludge untuk beban organik.

Untuk fleksibilitas operasi batch, unit kompak seperti SBR (sequence batch reactor) lazim diadopsi pada lahan terbatas. Pada beban amonia tinggi, media bergerak MBBR mendukung nitrifikasi stabil, sementara kombinasi biologi dengan membran di MBR (membrane bioreactor) mampu mendorong NH4-N dan NOx-N mendekati nol—kondisi yang sering kali tidak terjangkau oleh wetland. Meski studi komparatif langsung untuk akuakultur masih jarang, satu ulasan rekayasa mencatat wetland menghilangkan N <10% pada banyak kondisi, sedangkan pabrik konvensional biasanya mengeliminasi porsi besar nitrogen.

Di bawah batas emisi nutrien yang ketat, tahapan kimia presipitasi fosfor kerap disisipkan. Paket solusi nutrient removal memungkinkan perancangan rantai proses yang menarget TN/TP rendah tanpa memperlebar jejak lahan. Untuk penanganan padatan ringan dan minyak di aliran tertentu, flotasi terlarut seperti DAF juga menjadi opsi kompak sebelum polishing biologis, tergantung profil efluen.

Baca juga:

Geobag, Screw Press, atau Centrifuge: Hitung‑hitungan Dewatering Lumpur Akuakultur

Jejak lahan dan ongkos operasional

Aquaculture-Sewage-Watertreatment-Plant-Mechanical-Bar-Screen

Trade-off utamanya jelas: lahan vs. modal/energi. Sistem ekstensif rakus lahan tapi murah jalan. Laguna stabilisasi dan wetland berjalan dengan energi minimal (biasanya hanya pompa) serta perawatan manual berkala (penggalian lumpur dan panen vegetasi). Tabrett dkk. melaporkan bahwa retensi 2–3 hari di kolam—membutuhkan sekitar 10–25% dari luas kolam untuk bak pengendap khusus—hanya memberi TN 15–25% dan TP sekitar 35% (onlinelibrary.wiley.com).

Wetland buatan biasanya menuntut tapak lebih besar lagi. Satu pedoman pada contoh air limbah komunitas menyarankan ≈14,5 m² per m³/hari yang diolah (www.researchgate.net)—artinya untuk 1.000 m³/hari bisa butuh sekitar 1,5 hektare wetland. Dalam konteks akuakultur, pilot kecil tambak udang memakai wetland sekitar 8,6% dari luas tambak dan tetap hanya melihat sekitar 60% TSS (www.researchgate.net). Artinya, praktiknya sebuah farm mungkin butuh beberapa hektare wetland per hektare kolam produksi untuk full effluent polishing. Sebaliknya, pabrik mekanis untuk debit sama bisa hanya menempati beberapa ratus meter persegi per hektare produksi.

Untuk menekan footprint tahap klarifikasi di lahan sempit, solusi kompak seperti clarifier mekanis sering dipadukan dengan media pengendap bertingkat. Pada pembaruan kapasitas, panel tabung seperti tube settler atau desain pelat membantu menaikkan laju permukaan tanpa memperluas kolam.

Biaya mengikuti polanya. Wetland punya CAPEX rendah (galian, liner/kerikil, tanaman) dan biaya energi nyaris nol, plus tenaga kerja minimal. Sejumlah analisis skala-municipal menunjukkan wetland bisa jauh lebih murah di O&M—satu perbandingan menemukan operasi-pemeliharaan sekitar 60% lebih rendah dibanding activated sludge (sekitar €12 vs. €30 per person-equivalent-year/PE, satuan beban penduduk) (www.researchgate.net)—meskipun skala akuakultur berbeda.

Sebaliknya, pabrik mekanis memerlukan CAPEX besar (tangki, blower, membran, unit dosing) dan OPEX jauh lebih tinggi (listrik pompa/aerator, bahan kimia, operator terampil). Intensitas mengerek biaya: menambah nitrifikasi/denitrifikasi cenderung menaikkan biaya tajam. Dalam praktik, WWTP akuakultur termekanisasi bisa menelan biaya puluhan ribu USD per 1.000 m³/hari kapasitas (termasuk sipil dan unit proses), sedangkan wetland ekivalen mungkin hanya beberapa ribu per hektare wetland (ditambah biaya peluang lahannya). Pelajaran kualitatifnya jelas: wetland/kolam = O&M murah & lahan besar; mekanis = modal/energi mahal & lahan kecil.

Kerangka keputusan di tingkat farm

Merujuk data di atas, manajer farm perlu menyeimbangkan ketersediaan lahan, target baku mutu, dan biaya:

  • Land available & modest discharge limits: Bila lahan kosong berlimpah (≤1/10 dari permukaan air) dan standar efluen tidak sangat ketat (misalnya regulator mengizinkan >20–30 mg/L TN dan TSS serupa), maka sistem ekstensif bisa efektif. Seri kolam pengendap dan/atau wetland buatan dapat memenuhi sasaran dasar dengan OPEX rendah. Misalnya, mengalokasikan sekitar 10–15% luas kolam untuk wetland (atau bak pengendap) dapat menghilangkan sekitar 60–80% TSS (www.mdpi.com) dan porsi signifikan BOD, cukup jika fokus utama adalah padatan atau alga. Ko-benefit hadir (habitat, estetika). Namun, keterbatasan nutrien nyata: wetland saja mungkin tidak memenuhi baku N/P sangat rendah kecuali sangat besar atau dioptimasi (onlinelibrary.wiley.com).
  • Limited land or strict limits: Bila lahan terbatas atau standar lingkungan ketat (misalnya TN <10 mg/L, TP <1 mg/L, atau angka BOD/TSS spesifik), perawatan intensif mungkin perlu. Sistem mekanis atau hibrida (misalnya tangki aerasi, biofilter, unit membran) sebaiknya dipertimbangkan meski biayanya lebih tinggi. Ini dapat memoles nutrien ke level rendah. Sering dipakai kompromi: pra-perlakuan di kolam pengendap atau algal tank, lalu air terklarifikasi ke bioreaktor kompak. Sistem resirkulasi (RAS) secara inheren mengkonsentrasikan limbah dan mengurangi volume buangan, sehingga perawatan mekanis menjadi lebih feasible.
  • Hybrid approaches: Banyak farm menggabungkan metode. Bahkan dengan pabrik mekanis, kolam pra-clarification dapat memangkas padatan dan beban ke pabrik. Sebaliknya, wetland buatan bisa diikuti aerasi ringan atau sumber karbon jika perlu polishing tambahan moderat. Sistem multi-trofik terintegrasi (misalnya kerang filter feeder atau tanaman di kanal efluen) menambah penyisihan nutrien moderat, namun sifatnya suplementer.
  • Regulatory context: Pemilik farm perlu memeriksa baku efluen lokal (misalnya regulasi Indonesia di bawah PP 22/2021) terkait batas BOD, TSS, nitrogen, atau fosfor. Jika batas yang diwajibkan berada di bawah capaian andal sistem pasif, rencana wajib memasukkan perawatan lanjutan. Jika tidak, analisis biaya-manfaat sebaiknya membandingkan O&M wetland yang lebih rendah dengan CAPEX pabrik mekanis yang lebih tinggi, diskalakan ke debit air dan anggaran lokasi.

Ringkasnya, tidak ada satu resep untuk semua. Untuk efluen volume besar-berkadar rendah, wetland atau laguna memberikan penyisihan padatan yang “cukup bagus” dan murah dioperasikan bila lahan tersedia (www.mdpi.com) (onlinelibrary.wiley.com). Ketika jejak lahan atau kinerja nutrien jadi pengikat, WWTP mekanis (activated sludge, biofilter, dll.) diperlukan meski biayanya lebih tinggi. Pilihan pada akhirnya bergantung pada faktor spesifik lokasi: biaya lahan (lahan murah menguntungkan wetland) dan persyaratan buangan (batas ketat menguntungkan perawatan teknis). Dalam praktik, banyak farm memakai skema bertingkat: pengendapan kasar → wetland atau kolam alga → perawatan akhir (bila perlu), menyesuaikan dengan “anggaran lahan” dan target regulasi.

Baca juga:

Dari Lumpur Akuakultur ke Pupuk dan Biogas: Kompos & Digester Efisien

Panduan keputusan ringkas

  • Ample land (≥10–20% dari luas kolam) & batas longgar: Kolam primer/bak pengendap + wetland buatan. Harapkan sekitar 60–80% TSS dan sekitar 15–30% TN per tahap (onlinelibrary.wiley.com) (www.mdpi.com), cukup bila hanya butuh perawatan moderat. Biaya rendah (tenaga dan penggalian lumpur).
  • Lahan moderat & batas moderat: Kolam pengendap + wetland hibrida (misalnya sel aliran bebas diikuti sel bawah permukaan) atau mengolah aliran secara intermiten (musiman). Dengan desain cermat, total bisa mencapai hingga sekitar 50% penyisihan TN.
  • Batas ketat (TN/TP rendah) atau tanpa lahan: Pasang pabrik mekanis kompak (misalnya biofilter ber-aerasi, SBR, atau MBBR dengan denitrifikasi). Harapkan >90% penyisihan padatan dan penyisihan nutrien tinggi. CAPEX/energi tinggi, tapak kecil. Pada desain nutrien ketat, rangkaian seperti nutrient removal relevan untuk memastikan konsistensi target.
  • Beban sangat tinggi (resirkulasi intensif): Gunakan RAS dengan perawatan internal (bioflok atau tahap denitrifikasi khusus) guna meminimalkan buangan eksternal. Jika buangan tak terhindarkan, tetap gunakan “polisher” mekanis.

Setiap opsi mesti ditakar dengan angka desain aktual: misalnya rancang wetland untuk retensi 1–3 hari (sekitar 10–25% luas kolam, onlinelibrary.wiley.com) atau rencanakan SBR untuk menangani debit harian. Gunakan rentang kinerja di atas sebagai panduan. Pada akhirnya, cocokkan intensitas sistem dengan “sandbox” farm: jika biaya lahan murah dan O&M rendah diprioritaskan, terima konsekuensi hektare tambahan; jika regulasi dan uang ketat, investasikan pada perawatan efisien ber-jejak kecil.

Sumber data dan telaah

Data dan rujukan: ulasan dan studi otoritatif tentang perawatan efluen akuakultur (onlinelibrary.wiley.com) (www.mdpi.com) (onlinelibrary.wiley.com) (www.sciencedirect.com) (www.researchgate.net). Secara khusus, Tabrett dkk. (2024) dan literatur terkait mendokumentasikan laju penyisihan dan rasio desain untuk kolam, wetland, dan unit perawatan (onlinelibrary.wiley.com) (onlinelibrary.wiley.com).

Chat on WhatsApp 2212122qwa