Bir “tua” sebelum waktunya sering bermula dari air. Pabrik modern menargetkan oksigen terlarut jauh di bawah 0,1 mg/L—sering <0,05 mg/L—untuk semua air penyesuaian dan transfer, dengan desain Deaerated Water (DAW) yang disiplin dan monitoring ketat.
Industri: Brewery | Proses: Filtration_&_Carbonation
Jejak oksigen mengubah bir segar menjadi basi—lebih cepat dari yang diperkirakan. Penelitian mengaitkan oksidasi dengan pembentukan trans‑2‑nonenal yang memberi rasa “kertas/kardus”, memendekkan umur simpan (academic.oup.com; wiki.anton-paar.com). Karena itu, pabrik bir modern menargetkan DO (dissolved oxygen/oksigen terlarut) ≪0,1 mg/L, sering <0,05 mg/L, bahkan hingga puluhan ppb (parts per billion).
DAW—air “nyaris tanpa oksigen”—dipakai untuk langkah kritis: precoat filter, penyesuaian final gravity, purging tank, sampai mendorong bir ke filler (bbt.corosys.com). Dalam high‑gravity blending atau minuman campuran, air tanpa deaerasi langsung menaikkan kandungan O₂ bir akhir (bbt.corosys.com).
Kualitas yang makin ketat mendorong tuntutan O₂ residual makin rendah; Pentair menegaskan bahwa air yang tidak cukup dideaerasi memicu foaming, karbonasi buruk, dan off‑flavors (foodandbeverage.pentair.com). Sebagai kontras, standar Indonesia untuk air minum kemasan tertentu justru mensyaratkan penambahan O₂: SNI 6241:2015 menetapkan ≥20 mg/L DO untuk oxygenated demineralized water—penekanan bahwa kebutuhan brewery itu unik: justru menghilangkan O₂, bukan menambah (ro.scribd.com).
Biofouling pada Desalinasi Air Laut: Peran Penting Chlorination
Target oksigen dan dampak inderawi
Praktiknya, pabrik menahan air DAW di ≪0,1 mg/L (sering <0,05 mg/L). Sumber industri mengindikasikan capaian <0,02 mg/L (20 μg/L) menjadi standar untuk sistem kelas atas (bbt.corosys.com; interupgrade.com). Untuk perspektif, air baku pada 10–15 °C mengandung ~8–10 mg/L O₂—jadi reduksi >99,9% (bbt.corosys.com).
Konsekuensi sensorik sudah terukur: ppm‑level DO di bir mempercepat hilangnya kesegaran (academic.oup.com; wiki.anton-paar.com).
Teknologi deaerasi vakum multistage
Vacuum deaeration menyemprotkan air atau membentuk film air dalam vakum kuat (sering <50 mbar) untuk “memasak” gas keluar. Desain multi‑stage memakai nozzle spray lalu bagian berisi packing, bahkan sirkulasi melalui tiga kolom vakum (interupgrade.com; interupgrade.com). Injeksi gas stripping kecil (CO₂ atau N₂) sering ditambahkan; nitrogen lebih efektif dan tidak terlarut di air, sementara CO₂ cocok untuk minuman berkarbonasi (interupgrade.com).
Kinerja tipikal: residual DO <0,02 mg/L (20 μg/L) dapat dicapai (interupgrade.com). Mode “hot” memanaskan air ~70–80 °C untuk mengangkat O₂ sekaligus pasteurisasi; sistem “cold” bergantung pada sanitasi UV/CIP (cleaning‑in‑place/pembersihan di tempat) setelahnya (interupgrade.com). Kolom vakum cenderung tinggi dan membutuhkan ejector/pompa vakum.
Degassing membran berongga
Membrane degassing memakai hollow‑fiber (serat berongga) dengan air di satu sisi dan vakum atau sweep gas di sisi lain; CO₂ plus vakum di sisi permeat menciptakan gradien konsentrasi O₂ yang kuat. Dengan area membran yang cukup (modul berderet), residual DO <0,02 mg/L bisa dicapai (bbt.corosys.com).
Unit membran ringkas dan hemat energi untuk skala kecil‑menengah, namun kapasitas besar butuh banyak modul paralel (capex naik). Batas kebersihan/temperatur juga ketat: umumnya tidak tahan CIP agresif atau suhu >80 °C (bbt.corosys.com).
Kolom stripping gas inert
Pada tekanan mendekati atmosfer, air diteteskan menuruni packed column sementara gas inert (sering N₂ murni, kadang CO₂) naik dari bawah. N₂ tidak diserap, meninggalkan air jenuh N₂; CO₂ akan mengkarbonasi air. Kolom stripping dingin mampu <0,05 ppm O₂; desain multi‑tahap bisa ~0,02 mg/L (interupgrade.com; bbt.corosys.com).
Tipikal konsumsi gas: ~0,22 kg N₂ per hektoliter (hl) air, gas loss ~5% (interupgrade.com). Kolom kecil 12 hl/jam pun dilaporkan bisa memberi ~0,02 mg/L DO (interupgrade.com). Contoh komersialnya, Pentair Water Deaeration System (WDS): air masuk dari atas, bertemu CO₂ counterflow di packing; tersedia versi “hot” (>70 °C) dan “cold” (foodandbeverage.pentair.com). Sistem “hot” juga mempasteurisasi air dan dapat menambah ~8 °C demi higienitas; sistem “cold” mengandalkan UV/CIP (interupgrade.com; interupgrade.com).
Spray atmosferik dan scavenger kimia
Menyemprot air ke udara terbuka hanya melepaskan sebagian O₂; untuk level ppb, metode ini tidak memadai kecuali dipadukan gas inert. Scavenger kimia (mis. sodium sulfite) ada, namun umumnya dihindari pada produksi pangan.
Peningkatan transfer massa terintegrasi
Intinya, semua metode memaksimalkan area kontak dan waktu, sembari menurunkan tekanan parsial O₂. Kombinasi vakum + panas + gas inert paling efektif. Studi menunjukkan rotor–stator dengan vakum dan N₂ mencapai ≈97,3% penghilangan DO, jauh di atas masing‑masing metode sendiri (mdpi.com).
Cara Menghemat Koagulan 10–30% di Pabrik Desalinasi
Metrik kunci dan trade‑off proses

Residual DO: sistem state‑of‑the‑art menargetkan <0,02 mg/L (20 μg/L) (bbt.corosys.com; interupgrade.com). Stripping “cold” andal di <0,05 mg/L, sedangkan multi‑stage vakum menembus ≤0,02 mg/L (bbt.corosys.com; interupgrade.com).
Throughput & skala: kolom stripping/vakum dapat besar—Inter‑Upgrade menyebut tipe hingga 860 hl/jam (Type 125), standar ~0,05 ppm DO (opsi packing untuk 0,02 ppm) (interupgrade.com). Paket vakum multi‑kolom menanganai ratusan hl/jam; modul membran tunggal umumnya ≪50 hl/jam sehingga skala besar perlu paralel banyak (bbt.corosys.com).
Konsumsi gas/steam: stripping dingin N₂ ~0,22 kg N₂/hl (kehilangan gas ~5%) (interupgrade.com). Sistem hot‑vacuum ~0,10 kg CO₂/hl (interupgrade.com). Hot deaeration memakai ~1,2–1,3 kg steam/hl; contoh Type 50: ~151 kg/jam steam untuk 120 hl/jam (interupgrade.com). Pada WDS berbasis CO₂, sebagian gas larut dan sisanya dibuang (foodandbeverage.pentair.com).
Energi & maintenance: vakum butuh pompa/blower; “hot” butuh steam; membran paling rendah energi (pompa vakum), namun paling sensitif CIP/temperatur. Kolom “hot” sering “self‑sanitize” di startup sehingga mengurangi frekuensi CIP (interupgrade.com).
Hasil mutu: kasus Brauerei Zwettl—kolom “cold” memasok air dengan “significantly <0,05 ppm O₂” dan ≈2,0 g/L CO₂ untuk penyesuaian gravity dan blending; air jenuh N₂ dipakai untuk proses still, sedangkan air jenuh CO₂ untuk tahap karbonasi (bbt.corosys.com).
Tren pasar: food & beverage deaerator global diproyeksikan tumbuh ~6,1%/tahun dari ~$360 juta (2024) ke ~$614 juta (2033) (marketdataforecast.com). “High capital investment” menjadi salah satu penahan adopsi (marketdataforecast.com).
Rancangan sistem DAW end‑to‑end
Pretreatment: air proses disaring dan—bila perlu—di‑soften/RO. Banyak pabrik memakai ultrafiltrasi sebagai pretreatment ke RO; opsi ini sejalan dengan ultrafiltration untuk air permukaan/ground sebagai pendahulu RO. Untuk mencegah kerak, softener (penghilangan Ca/Mg) lazim dipakai sebelum pemanas/kolom.
Bila TDS baku menengah, paket RO brackish seperti brackish‑water RO umum dipakai. Klorin dan rasa/odor dapat dipoles dengan activated carbon food‑grade, sementara partikel halus dijaga oleh cartridge filter dalam housing higienis seperti 316L stainless steel housings. Air bersih bersuhu ~10–15 °C lalu masuk ke unit DAW.
Unit degasser, buffer, dan distribusi
Pilihan unit: vacuum deaerator multi‑stage (nozzle spray + packed section + vakum) dengan bleed gas (CO₂/N₂), atau kolom stripping N₂ berkemasan (packing) yang sederhana dan senyap (interupgrade.com; interupgrade.com). Unit “cold” mewajibkan sanitasi downstream; UV inline yang efisien seperti ultraviolet 99,99% kill rate tanpa bahan kimia adalah praktik umum.
CO₂ buffering (opsional): setelah degassing, sedikit CO₂ kerap dimasukkan untuk “buffer” air dan menahan re‑dissolution O₂—rekomendasi ini disebutkan oleh Pentair; contoh keluaran “cold column”: ≈2,0 g/L CO₂ (foodandbeverage.pentair.com; bbt.corosys.com).
Penyimpanan & distribusi: air dideaerasi dikumpulkan dalam buffer tank tertutup, diblanket CO₂ atau N₂, lalu didistribusikan ke titik pakai—precoat/flush filter, karbonator, stasiun blending untuk penyesuaian gravity, hingga purging/pushing ke filler (bbt.corosys.com). Manifold valve higienis (Pentair Südmo) lazim untuk otomasi dan keamanan higienis (foodandbeverage.pentair.com). Periferal seperti flowmeter, pressure gauge, dan aksesorinya bisa dikurasi lewat water treatment ancillaries.
Instrumentasi & kontrol: sensor UV memantau performa; flowmeter menjaga throughput; gauge tekanan/vakum mengamankan titik operasi. PLC (programmable logic controller) mengatur aliran air, steam valve (mode hot), dan aliran N₂; contoh, Siemens S7 dipakai untuk routing dan blending (bbt.corosys.com). Skema aliran (konseptual): Clean Water → (Preheater/Steam Exch) → Degasser (Vacuum atau N₂ column) → CO₂ Infusion (opsional) → Buffer Tank → Distribution Pump → Blending Port / Filter / Filler.
Perbandingan vakum vs nitrogen stripping
Derajat penghilangan: keduanya dapat mencapai DO sangat rendah; desain vakum multi‑stage cenderung terendah (≪0,02 mg/L), sementara kolom N₂ yang dipasang tepat juga diklaim bisa <20 μg/L (interupgrade.com). Banyak sistem membran menggabungkan vakum di sisi permeat—sebuah hibrida.
Footprint/biaya: vakum lebih tinggi/kompleks (multi‑chamber, pompa vakum), capex premium; stripping N₂ lebih sederhana dan sering lebih mudah di‑retrofit. Laporan pasar juga mencatat “high capital investment” sebagai kendala (marketdataforecast.com).
Opex: vakum mengandalkan listrik (pompa) dan sedikit CO₂; stripping N₂ memakai N₂—jika digenerasi on‑site, biaya/kg rendah. Angka rujukan: ~0,22 kg N₂/hl vs ~0,10 kg CO₂/hl (hot‑vacuum) (interupgrade.com; interupgrade.com). “Hot” menyedot steam signifikan (~1,2–1,3 kg/hl).
Maintenance & higienitas: kolom vakum/N₂ umumnya bisa di‑CIP; desain “hot” sering berkurang kebutuhan CIP berkat pasteurisasi startup (interupgrade.com). Membran paling sensitif terhadap bahan pembersih dan suhu. Pada skala berat, banyak brewery memilih rig vakum untuk kemudahan CIP; startup craft kerap mengandalkan stripping N₂ karena kesederhanaannya.
Monitoring DO dan logika kontrol
Inline sensor DO optik (luminescent) populer karena stabil, limit deteksi rendah, dan tidak “mengonsumsi” O₂ saat mengukur—beda dengan elektroda polarografik yang cenderung drift (wiki.anton-paar.com). Instrumen membaca dalam mg/L atau ppb; meter bir yang baik akurat pada rentang 0–0,5 mg/L.
Kalibrasi & QA: praktik umum dua titik—zero‑oxygen (air dipurge N₂) dan air tersaturasi udara pada suhu berjalan. Atlas Scientific menekankan “be sure to calibrate the DO probe to 0 ppm before measuring” (atlas-scientific.com). Target QC tipikal: DO <0,05 mg/L; bila naik, itu sinyal kebocoran gas, kegagalan pompa, atau fouling. Beberapa brewery sesekali memvalidasi via Winkler titration (ASTM D888‑2019).
Rezim sampling: minimal, ukur keluaran DAW kontinu/berkala. Tanpa sensor permanen, sampling manual dalam botol tertutup di bawah N₂ dengan meter portabel per shift memadai. Bir memerlukan ~0,05 mg/L atau kurang (atlas-scientific.com). Pantau juga air baku (umumnya ~8 mg/L) untuk bukti peningkatan, plus O₂ headspace di filler; konsep “total package oxygen” dari Anton Paar menekankan ukur DO dan headspace O₂ sekaligus (wiki.anton-paar.com).
Kontrol: sensor DO diikat ke PLC; alarm high‑DO menutup suplai DAW otomatis. Flowmeter N₂ sebagai sanity check; buffer tank dijaga tekanan headspace CO₂/N₂ beberapa psi untuk mencegah ingress—kebocoran kecil pun bisa memasukkan O₂ kembali. Anton Paar merangkum bahwa kontrol DO memberi “insight besar” atas kualitas air (wiki.anton-paar.com). Tren data DO memudahkan pembuktian kepatuhan; misalnya, brewery di Indonesia di bawah regulasi BPOM mungkin perlu menunjukkan “zero detectable O₂” pada air top‑up.
Solusi Limbah CIP Brewery: pH Otomatis dan Tangki Equalization
Dampak mutu dan implikasi bisnis
Sistem DAW tipikal—vakum atau kolom N₂ plus buffer tank dan distribusi—harus konsisten memberi DO ≪0,1 mg/L untuk melindungi bir dari oksidasi. Data industri menunjukkan <0,02 mg/L dapat dicapai dengan desain tepat (interupgrade.com; bbt.corosys.com) dengan konsumsi CO₂/N₂ moderat dan energi terukur. ROI‑nya nyata: umur simpan lebih panjang, rasa konsisten, scrap berkurang.
Pilihan teknologi menimbang capex/opex dan sasaran mutu: pabrik kecil mungkin menetapkan 0,05 mg/L dengan kolom N₂ sederhana; brewer multinasional berinvestasi di vakum untuk 0,02 mg/L pada lini premium. Dengan tren pasar ~6,1% CAGR menuju ~$614 juta pada 2033 (marketdataforecast.com), pengejaran kualitas dan shelf stability semakin memusatkan perhatian pada satu hal: air tanpa oksigen di setiap titik proses (bbt.corosys.com; foodandbeverage.pentair.com).
