Mash Gummy Brewery: Enzim β-Glukanase & Sekam Padi Percepat Lauter

β‑glukan dan pentosan dari serealia membuat mash kental, memperlambat run‑off, dan menaikkan biaya. Data peer‑review dan studi industri menunjukkan enzim β‑glukanase/xilanase plus sekam padi mengembalikan porositas bed, memotong waktu lautering dan filtrasi, serta memberi ROI yang kuat.

Industri: Brewery | Proses: Milling_&_Mashing

Di ruang mash, yang terlihat sederhana—malt, air, suhu—sering disabotase oleh dinding sel serealia. β‑glukan (polisakarida dinding sel dengan ikatan campuran β‑1,3/1,4) dan arabinoksilan/pentosan (polisakarida dinding sel serat hemiselulosa) mengembang di mash panas dan melompatkan viskositas. Di atas 178 mg/L β‑glukan di wort, laju lautering dan filterability turun tajam [www.scielo.br].

Contohnya gamblang: dua kultivar barley Brasil dengan 3,72% dan 3,37% β‑glukan (berat/berat) menghasilkan wort β‑glukan ~320–371 mg/L setelah perkecambahan singkat 64 jam—jauh di atas rekomendasi ≤178 mg/L [www.scielo.br]. Jika dibiarkan, level ini membentuk gummy mash, memicu stuck sparge (aliran lauter macet), dan menimbulkan haze (kekeruhan) pada bir jadi [www.scielo.br] [www.scielo.br]. Itulah mengapa pengendalian β‑glukan dan pentosan jadi kunci lautering efisien: menjaga β‑glukan wort <178 mg/L dan mendegradasi arabinoksilan terbukti memperlancar aliran [www.scielo.br] [erbsloeh.com].

Baca juga:

Solusi Limbah CIP Brewery: pH Otomatis dan Tangki Equalization

Enzim pemecah β‑glukan dan xilan

Solusi langsungnya: enzim sebagai processing aids (bahan penolong proses). β‑glukanase endo‑β‑1,3(4) (EC—Enzyme Commission 3.2.1.6) memangkas rantai β‑glukan barley secara cepat. Daftar regulasi menunjukkan β‑glukanase jamur dari Talaromyces dan Aspergillus diotorisasi sebagai bahan penolong di Indonesia (tercantum sebagai endo‑1,3(4)‑β‑glucanase, EC 3.2.1.6) [standarpangan.pom.go.id]. Sejalan, xilanase/pentosanase endo‑β‑1,4 (EC 3.2.1.8) memecah arabinoksilan; standar Indonesia secara eksplisit mengizinkan beberapa endo‑1,4‑β‑xylanase dari Aspergillus aculeatus, Talaromyces leycettanus, dan Bacillus licheniformis [standarpangan.pom.go.id]. Dalam praktik, banyak brewery memakai blend multi‑enzim (glukanase + xilanase) untuk menjangkau kedua polimer target.

Aplikasi komersial dan dosis enzim

Produk komersial seperti Beerzym® Penta dari Erbslöh—campuran pentosanase dan β‑glukanase jamur—mencantumkan klaim “rapid pentosan and glucan degradation” di malt, mash, bahkan green/finished beer [erbsloeh.com]. Tujuannya jelas: “lowering viscosity [and] improving filterability” di mash ber‑adjunct tinggi, termasuk aplikasi di “cold wort prior to fermentation” [erbsloeh.com]. Dosis yang dicantumkan, 100–250 mL per metrik ton grist (kira‑kira 0,1–0,25 g enzim per kg grain), konsisten menurunkan viskositas terukur.

Dalam praktik brewer, penambahan ~20 unit β‑glukanase per gram barley (≈20 g enzim per kg) menaikkan fine‑milling extract dari ~79,3% menjadi 80,5%—kenaikan 1,2 poin persentase yang bisa berarti puluhan liter bir ekstra per batch untuk dosis enzim yang moderat [www.scielo.br]. Studi lain mengonfirmasi bahwa ~100 mg enzim per kg malt dapat memangkas β‑glukan wort secara drastis (misalnya turun −77% dari 320 menjadi ~75 mg/L) [www.scielo.br], menempatkan level di bawah ambang 178 mg/L dan menghasilkan lautering semulus malt fully modified.

Novozymes (via distributor Novonesis) memasarkan blend seperti Ultraflo® Max yang memadukan aktivitas β‑glukanase dan xilanase keluarga GH10 (GH10—golongan enzim glikosil hidrolase) untuk “thorough breakdown of beta‑glucans and pentosans during mashing”, sehingga pemisahan wort dan filtrasi menjadi lebih cepat [www.novonesis.com]. Dalam satu studi kasus, 200 ppm Ultraflo Max di mash memangkas waktu run‑off wort ~30% dan menurunkan pemakaian diatomaceous filter aid (tanah diatom) ~40%—dan “far exceeded” biaya tambahan enzimnya [www.novonesis.com].

Sekam padi sebagai media poros

ChatGPT Image Jan 6, 2026, 01_58_58 PM

Untuk mash tinggi adjunct atau bahan tanpa sekam (gandum, beras, oat, jagung), sekam padi menjadi bantuan fisik yang sudah jamak. Sekam padi—cangkang silika yang tidak tercerna—“membuka” bed biji; pencampuran ~5–10% dari bobot grain menciptakan cake filtrasi yang poros dan mencegah kompaksi. Uji terpublikasi menegaskan efeknya: tanpa sekam, mash gandum giling halus dapat butuh ~40 menit untuk runoff 1 L wort; penambahan ~5% sekam memangkas waktu kira‑kira separuhnya, dan “wort run‑off far faster than the un‑aided reference” [link.springer.com] [link.springer.com]. Dalam percobaan tersebut, coffee husks sedikit lebih cepat daripada sekam padi, namun sekam tetap nyaris sama efektif.

Pedoman industri (mis. teks brewing Masters) rutin merekomendasikan ≥5% sekam padi untuk adjunct non‑malted [link.springer.com]. Bahkan, brewer kerap menambahkan sekam pada semua resep dengan adjunct >20% dari grist. Keuntungan melebar: lautering lebih cepat, extract lebih tinggi, stuck mash jauh berkurang—dengan praktis tanpa perubahan komposisi wort karena sekam inert.

Dari sisi biaya, sekam padi sangat murah: satu pemasok UK mencantumkan harga ~£4,8/kg (~$6/kg) [www.themaltmiller.co.uk], dan harga bulk—terutama di wilayah penghasil beras—lebih rendah. Bahkan di $5/kg, menambahkan 5 kg sekam ke 100 kg grist hanya $25; mencegah satu stuck mash atau meraih beberapa hektoliter tambahan dengan mudah menutup biaya ini, dibanding jam produksi hilang akibat lautering gagal.

Baca juga:

CIP di Pabrik Bir: Validasi Kebersihan Cepat untuk Cegah Downtime

Hasil terukur dan ekonomi aditif

Secara kuantitatif, metrik yang sering dipakai adalah laju filtrasi. Studi kasus Novonesis di atas menunjukkan 200 ppm Ultraflo Max mempercepat filtrasi ~30% [www.novonesis.com]. Studi brewing dengan adjunct (mis. 50–80% sorgum) yang menambahkan amilase plus β‑glukanase/xilanase juga “significantly decreased wort viscosity and increased extract” dibanding kontrol [www.scirp.org]. Secara praktis, kenaikan extract 1–2% (sebagaimana terlihat dengan β‑glukanase [www.scielo.br]) dapat menghasilkan banyak liter ekstra per batch.

Contoh kasarnya: menaikkan extract dari 79,3% menjadi 80,5% pada 1000 kg malt setara kira‑kira 150 L bir tambahan di wort 10% (v/v)—nilai beberapa ratus dolar pada harga ritel—jauh melampaui biaya enzim. Soal biaya, enzim brewing modern dipatok hanya beberapa sen per liter wort. Bahkan contoh β‑glukanase di atas (~20 g/kg dosis) bisa saja hanya beberapa sen enzim per hektoliter. Perhitungan kasar: mengolah 1 hm³ (~100.000 L; hm³=hektometer kubik) bisa memakai ≤5 kg enzim (tergantung potensi produk), di harga sekitar $50/kg—total sekitar $250 untuk 100.000 L (≈$0,0025/L)—yang berpotensi menghasilkan >1000 L bir ekstra jika +1% extract. Efek lanjutan juga menghemat biaya: pengurangan 40% pemakaian diatomaceous earth [www.novonesis.com] berarti bahan baku lebih sedikit dan limbah berbahaya lebih rendah.

Ringkasan angka dan kepastian regulasi

Garis besarnya tegas: enzim glukanase/xilanase secara rutin menurunkan viskositas, memangkas β‑glukan hingga −77% dan menaikkan yield 1–2% [www.scielo.br] [www.scielo.br], memungkinkan lautering dan filtrasi 20–30% lebih cepat di lapangan [www.novonesis.com]. Sekam padi, berbiaya hanya beberapa sen per liter, hampir meniadakan stuck mash [link.springer.com] [link.springer.com]. Regulator di Indonesia secara spesifik mengizinkan enzim ini sebagai processing aids—β‑glukanase dan xilanase—dengan sumber mikroba yang disebutkan [standarpangan.pom.go.id] [standarpangan.pom.go.id]. Dengan demikian, adopsi memberi throughput lebih tinggi, extract lebih besar, dan mutu yang konsisten—dengan biaya aditif yang relatif kecil.

Baca juga:

Cara Fermentasi Bir Lebih Cepat dan Konsisten Menggunakan FAN & Zinc

Sumber

Peer‑review brewing dan food‑engineering studies serta data industri digunakan. Rujukan kunci mencakup studi Brewery Technology Brasil soal pemakaian β‑glukanase [www.scielo.br] [www.scielo.br], laporan European Food Res. Tech. 2024 tentang aditif sekam [link.springer.com] [link.springer.com], lembar data teknis enzim [erbsloeh.com] [www.novonesis.com], serta studi kasus pemasok enzim besar [www.novonesis.com] [www.novonesis.com]. Daftar regulasi Indonesia menegaskan β‑glukanase dan xilanase disetujui sebagai processing aids [standarpangan.pom.go.id] [standarpangan.pom.go.id].

Chat on WhatsApp 2212122qwa