WhatsApp
betapramestiasia

Leaching Emas & Tembaga: Resep “Pas Dosis” dengan Analyzer Online, Kontrol Otomatis, dan Daur Ulang Reagen

  • beta-pramesti-asia
  • industri-gold-dan-copper-mining
  • proses-leaching-cyanide-for-gold-acid

Leaching Emas & Tembaga: Resep “Pas Dosis” dengan Analyzer Online, Kontrol Otomatis, dan Daur Ulang Reagen

Dari cyanide 100–500 ppm di CIL/CIP hingga pH ~1,8–2,0 di heap leach, kunci efisiensi adalah mengukur real-time, mengendalikan pompa secara otomatis, dan mendaur ulang dari barren solution.

Industri: Gold_&_Copper_Mining | Proses: Leaching_(Cyanide_for_Gold,_Acid_for_Copper)

Leaching emas dan tembaga adalah permainan akurasi yang mahal. Dunia menghabiskan sekitar 60–70 kt/tahun sodium cyanide untuk emas—sekitar 18% dari produksi cyanide global—dengan harga kisaran ~$1–2/kg untuk NaCN dan ~$50–100/t untuk H2SO4 di tembaga (SME Technical Briefing). Karena biaya dan sensitivitas lingkungan, targetnya sederhana: gunakan “cukup” reagen untuk mencapai recovery, tanpa pemborosan—lalu pulihkan sisanya dari barren stream.

Itu berarti sensor online, kontrol otomatis, dan sirkuit recycle yang rapat. Di emas, ini berarti cyanide terlarut dijaga ketat; di tembaga, pH dan ORP heap dikunci di jendela operasi sehingga asam tak habis ke gangue. Reagen yang masih bernilai di barren solution dikembalikan ke proses sebelum dibuang.

Setpoint Cyanide di Emas, Tanpa Overshoot

CIP/CIL (carbon-in-pulp/carbon-in-leach; adsorpsi emas di karbon dalam pulp/larutan) umumnya beroperasi di 100–500 ppm cyanide terlarut (≈0,01–0,05% NaCN) untuk pelindian emas yang efektif, dengan risiko kehilangan emas saat turun di bawah ~100 ppm (SME Technical Briefing; Process Analytical).

Analyzer cyanide online—misalnya OI Analytical CNSolution yang menyajikan akurasi sekelas lab dalam hitungan menit—memberi data real-time untuk kontrol (AZoMining). Dikawinkan dengan DCS/SCADA (distributed control system/supervisory control), pembacaan ini mengatur laju injeksi NaCN secara otomatis, menggantikan pola “gergaji” manual. Integrasi kontrol dengan dosing pump akurat menjaga feed stabil saat densitas pulp atau flow berubah.

Kontrol Umpan Balik dan Stabilitas Konsentrasi

Di salah satu pabrik Afrika Selatan, pola manual—operator menambah cyanide sampai angka tinggi lalu menghentikan—menciptakan fluktuasi lebar dan bahkan turun di bawah 100 mg/L (Process Analytical). Dengan loop feedback dan koreksi “flow input”, otomatisasi menahan nilai dalam ±2–5% setpoint; selama uji, aliran otomatis tak pernah jatuh di bawah 100 ppm, sementara aliran manual berulang kali jatuh (Process Analytical; Process Analytical). Ketika stabil, setpoint bahkan bisa diturunkan dengan margin lebih tipis tanpa kehilangan pelindian (Process Analytical).

Studi di Burkina Faso menunjukkan otomatisasi serupa: setpoint dihitung tiap 15 menit dari titrator online terkalibrasi dengan deadband ±10 mg/L, mengurangi overshoot/undershoot; waktu koreksi deviasi menyusut dari 4–8 jam menjadi sekitar 1 jam (SCIRP; SCIRP). Kurva cyanide berubah dari ±50–100 mg/L menjadi rapat di ±10 mg/L sekitar target, dan peneliti menyimpulkan “improves the variability of the ppm in the CIL” serta “certainly” memberi penghematan biaya cyanide (SCIRP; SCIRP).

Angka Konsumsi Cyanide dan Dampaknya

Konsumsi spesifik lazim: 1–3 kg NaCN per ton ore. Studi Florida Mine (Chile) mencatat 1,75–2,24 kg/t per tipe ore dan 2,04 kg/t pada blend steady-state; salah campuran feed memicu lonjakan 30% konsumsi tanpa recovery ekstra (MDPI; MDPI). Menahan pulp di 200–300 mg/L menekan pemborosan; periode di atas target saat emas lepas rendah adalah murni waste (Process Analytical).

Diterjemahkan ke bisnis: pabrik 1.000 t ore/hari di 2,0 kg/t, mengurangi 0,1% saja (2,0→1,998 kg/t) menghemat ~0,1 t/hari (≈35 t/tahun). Pengendalian setpoint dari 2,24 ke 2,04 kg/t berarti hemat ~200 kg/hari (≈73 t/tahun), kira-kira $70.000–$150.000 per tahun, tergantung throughput dan harga (MDPI). Banyak operasi melaporkan penghematan 5–15% setelah kontrol online ketat dan blending mode diterapkan (MDPI).

Regulasi, WAD, dan Sirkuit Recovery Cyanide

Standar seperti International Cyanide Code menahan CN di tailings ≤10–50 ppm—praktiknya mendorong recycle internal yang agresif (SME Technical Briefing). Teknologi seperti SART (Sulfidization‑Acidification‑Recycle‑Thickening) melepaskan kompleks Cu‑CN menjadi CuS dan NaCN, memulihkan cyanide قبل final disposal; WAD (weak acid dissociable) acidification ke pH<2 mengubah CN⁻ menjadi HCN volatil yang bisa ditangkap dan dinetralkan kembali ke NaCN (SME Technical Briefing; United Chemical).

Dalam CIL/CIP, elusi karbon menggunakan kaustik panas mengembalikan Au(CN)2⁻ menjadi Au⁰ dan meninggalkan NaCN di larutan; barren liquor pasca electrowinning biasanya dipakai lagi sebagai make‑up cyanide. Pada Merrill‑Crowe, filtrat pasca zinc masih mengandung NaCN dan juga direcycle. Banyak pabrik mengklaim >90% cyanide berputar antara leach dan adsorpsi, dengan tailings <10 ppm CN (SME Technical Briefing).

Dosis Asam di Tembaga dan Parameter Kontrol

Heap/vat leaching tembaga memakai H2SO4 0,5–5% w/w. Konsumsi asam sangat bergantung mineral: karbonat/limonit bisa menyedot puluhan kg/t, sedangkan sulfida rendah. Eksperimen lab ekstrem pada malachite murni di pH ~0,6 menuntut ≈986 kg H2SO4 per ton; pada sistem amoniakal, recovery ~84% tembaga dicapai dengan nyaris nol asam (ResearchGate).

Tidak ada “acid meter” inline sederhana. Karena itu operasi menggabungkan pH, ORP (oxidation‑reduction potential), [Cu], dan konduktivitas sulfat. Menjaga effluent heap di pH ~1,5–2,0 via sensor pH membantu pelindian tembaga tanpa over‑acidifying. Banyak pabrik memakai titrator inline atau probe normalitas di tangki raffinate (larutan barren setelah SX), dengan cascade PI controller: jika pH raffinate naik—indikasi kekurangan asam—flow ditambah; sebaliknya dipangkas saat [Cu] turun.

Estimator Model dan “Virtual Sensor” Acid Demand

Karena dalam heap sulit diukur, pendekatan pemodelan membantu. Studi MDPI menerapkan Extended Kalman Filter (EKF; algoritma estimasi keadaan) pada model 1D heap, memakai outlet [Cu2+] dan [H+] untuk mengestimasi kadar Cu, kelembapan, dan konsumsi asam di dalam timbunan—“virtual sensors” yang memprediksi penggunaan asam dengan baik dalam simulasi, sehingga feed bisa ditrim tanpa mengorbankan recovery (MDPI). Penulis mencatat pemahaman internal yang meningkat “improve metal recovery and reduce acid consumption” (MDPI).

Siklus SX/EW dan Daur Ulang Asam

Di SX/EW (solvent extraction/electrowinning; ekstraksi pelarut dan elektrodeposisi), asam pada dasarnya bersiklus. Setelah EW, barren electrolyte (elektrolit miskin Cu) kembali ke strip; SX raffinate (barren leach solution) kembali mengairi heap—lebih dari 90% sirkulasi H2SO4 dipakai ulang, dengan bleed terbatas untuk menahan akumulasi Fe, Mg, dsb. (emew blog). Pengotor diolah—misalnya presipitasi jarosit/hematit—untuk menjaga sirkuit dan memulihkan keasaman fungsional.

Beberapa proses mengeksplorasi ekstraksi H2SO4 dari aliran limbah: anion resin selektif (contoh kelas Dow XUS‑43605) dapat menangkap sulfat dan mengembalikannya sebagai H2SO4 pekat; teknologi ini belum ubiquitous. Evaluasi teknologi ini secara praktis sering merujuk ke solusi ion exchange resin sebagai kelas teknologi yang relevan.

Metode Daur Ulang Reagen dari Barren Stream

Cyanide (emas): elusi karbon dengan kaustik dan electrowinning mengembalikan NaCN di barren liquor untuk reuse; pada Merrill‑Crowe, filtrat pasca Zn juga direcycle. Tailings mengandung kompleks “lemah” (thiocyanate, metal‑cyanide salts); oksidan kuat atau H2O2 (proses INCO) mengubahnya ke cyanate/nitrat, dan di beberapa flowsheet dikelola agar menghasilkan NaCN untuk dipakai lagi. Praktik umum: “solutions containing leached material, water and residual cyanide are treated…different technologies are used to recover and reuse residual cyanide in…circuits” (SME Technical Briefing; United Chemical).

H2SO4 (tembaga): SX raffinate dan spent electrolyte hampir seluruhnya disirkulasi; bleed yang kaya besi/alunogen diolah untuk memulihkan fraksi asam sebelum pembuangan. Desain loop tertutup menjadikan “barren” sebagai carrier yang kembali membawa asam ke ore (emew blog).

Indikator Kinerja dan Dampak Ekonomi

Operator melacak konsumsi spesifik (kg CN atau kg H2SO4 per ton ore atau per unit metal). Otomasi dan analyzer konsisten memangkas angka ini. Di emas, baseline sering 2–4 kg NaCN/t; blending dan mode stabil memberi rata‑rata ~2,04 kg/t, menghindari spike 30% (hemat ~0,6 kg/t per kejadian) (MDPI). Studi Burkina Faso menegaskan penghematan akan terjadi meski tak menyebut biaya absolut (SCIRP).

Di tembaga, penghematan persentase lebih kecil tapi absolutnya besar. Jika heap biasa memakai 30 kg H2SO4/t, trimming ke 27 kg/t menghemat 3 kg/t; pada 10 Mt/tahun, itu 30.000 t/tahun (~$1–2 juta). Model seperti Kalman filter dapat menghemat 1–10% tanpa kehilangan recovery (MDPI). Pada kasus malachite, menghindari pH sangat rendah memangkas asam dari 986 ke ~20 kg/t tapi recovery turun dari ~99% menjadi 84%—trade‑off yang mungkin layak untuk ore berkadar rendah (ResearchGate).

Manfaat non‑moneter: kestabilan. Cyanide dalam band ketat memastikan pelindian emas tak fluktuatif—“all leachable gold is leached”—sementara spike di atas setpoint hanya menambah biaya (Process Analytical). Kontrol otomatis kini realistis menahan ±2–5% dari setpoint bahkan di pabrik yang tidak besar (Process Analytical).

Parameter Implementasi di Lapangan

- Ukur variabel kritis: pasang analyzer cyanide online (amperometrik/kolorimetrik untuk free/weak cyanide) dan sensor pH/ORP di aliran proses; hubungkan tiap tangki leach atau kolom karbon ke DCS (AZoMining).

- Otomatiskan dosing: gunakan PID atau model‑based controller untuk mengatur feed CN atau H2SO4 berbasis feedback real‑time dengan deadband, kompensasi flow, dan tuning integrator agar tidak berosilasi; vendor kontrol cyanide melaporkan presisi ±5% dari target (Process Analytical). Integrasi dengan pompa dosing presisi meminimalkan “sawtooth”.

- Selaraskan target dengan ore: tetapkan setpoint minimum efektif—cyanide bisa serendah 200–300 ppm jika recovery stabil (Process Analytical)—dan raffinate pH sekitar 1,8–2,0 untuk tembaga; tinjau saat feed berubah.

- Pantau tren: jadikan konsumsi cyanide (kg/oz) dan asam (kg/kg Cu) sebagai KPI untuk memverifikasi penghematan.

- Recycle agresif: kembalikan barren solution ke leach; terapkan SART atau acidification untuk reclaim cyanide dari tailings jika praktis (United Chemical; SME Technical Briefing). Untuk asam, olah dan pakai ulang bleed; hindari pengenceran raffinate berlebih (emew blog).

Catatan Biaya Reagen dan Rantai Pasok

Dengan NaCN di ~$1–2/kg dan H2SO4 di ~$50–100/t, pengendalian konsumsi berdampak langsung pada OPEX (SME Technical Briefing). Konsolidasi pengadaan bahan kimia proses dapat dilakukan melalui platform chemical supply untuk aplikasi pertambangan, tanpa mengubah fakta teknis pengendalian di atas.

Kesimpulannya, kontrol kimia leach berbasis data—mempertahankan konsentrasi reagen dalam pita ketat—konsisten memangkas konsumsi tanpa mengorbankan recovery (Process Analytical; SCIRP). Sistem asam‑tembaga pun mendapat manfaat serupa dari feedback dan estimator—dengan Extended Kalman Filter menunjukkan akuntansi yang lebih baik memangkas penggunaan asam (MDPI). Praktik lebih hijau—tailings dengan <0,05% cyanide—berjalan seiring efisiensi biaya: gunakan “sekadar cukup” reagen, daur ulang sisanya.