WhatsApp
Oleh Marcus Somadjaja

Cara Menghitung Ukuran Grease Trap untuk Dapur Komersial

  • grease trap
  • ukuran grease trap
  • kapasitas grease trap
  • air limbah dapur

Ukuran grease trap dihitung dari debit puncak air limbah dapur dikalikan waktu tinggal, lalu diperiksa terhadap kapasitas penampungan lemak dan jadwal pengurasan. Tidak ada satu angka liter yang berlaku untuk semua dapur: dua restoran dengan jumlah kursi sama dapat memerlukan volume berbeda karena jam operasi, menu, peralatan pencucian, dan pola debitnya berbeda.

Mengapa ukuran grease trap yang salah merugikan

Grease trap memberi waktu bagi lemak untuk naik dan padatan mengendap. Unit yang terlalu kecil kehilangan waktu tinggal saat jam sibuk, sehingga lemak terbawa ke saluran atau ke proses biologis di hilir. Juknis Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menyebut lapisan lemak sulit diuraikan mikroorganisme, menyumbat pipa, mengganggu aliran, dan menimbulkan bau; efisiensi penyisihan BOD dan COD-nya bergantung pada waktu tinggal (Juknis Restoran, 2019).

PDI G101 membedakan unit hidromekanis di dalam gedung dari gravity grease interceptor di luar yang butuh waktu pemisahan 30 menit atau lebih (PDI G101, 2017). Unit terlalu besar menambah biaya dan ruang; ukuran yang benar cocok dengan debit puncak, beban lemak, dan ritme pembersihan.

Data yang dibutuhkan sebelum menghitung

DataMengapa diperlukanContoh acuan
Jumlah kursi, piring saji, atau pengunjung per hariDebit air limbah harianJuknis DLH Surabaya (mengacu SNI 03-7065-2005): 25 L/kursi/hari air bersih untuk restoran dengan air dingin dan panas; dengan asumsi Juknis 80% menjadi air limbah = 20 L/kursi/hari
Debit per satuan layananSesuai jenis usahaRestoran 8–15 L/piring saji (tipikal 11); kantin 38–76 L/pengunjung (57)
Jam operasiDebit per jam dan waktu tinggalOperasi 8–16 jam: 5 jam; operasi 24 jam: 7,5 jam
Faktor debit puncakLonjakan jam makan dan cuciRestoran siap saji 1,33; tipe lain 1,00
Konsentrasi minyak dan lemakTimbulan lemak dan interval pengurasanContoh juknis: 799 mg/L
Temperatur, densitas lemak, deterjenMemengaruhi pemisahanEN 1825-2 memakai ketiganya sebagai faktor
Volume wastafel dan kompartemenDasar unit hidromekanisPDI G101 menghitung dari volume fixture
Tata letak, elevasi, akses pengurasanPosisi, kedalaman, dan servisDiperiksa sebelum dimensi dikunci

Debit sebaiknya diukur. EN 1825-2 menyebut debit maksimum dapat ditentukan dari pengukuran, dari peralatan yang membuang air ke separator, atau dari jenis usaha; bila dua cara terakhir berbeda, pakai nilai yang lebih tinggi (EN 1825-2:2002).

Urutan perhitungan ukuran grease trap

  1. Hitung debit harian. Jumlah satuan layanan × debit per satuan. Contoh juknis: 20 L/kursi/hari = 0,83 L/kursi/jam untuk operasi 24 jam.
  2. Terapkan faktor puncak. Debit puncak = debit per jam × faktor. Angka 1,33 untuk restoran siap saji dan 1,00 untuk tipe lain; data pengukuran jam sibuk lebih baik bila ada.
  3. Tetapkan waktu tinggal. Bak penangkap minyak dan lemak memakai 5 jam (operasi 8–16 jam) atau 7,5 jam (operasi 24 jam); gravity interceptor model PDI memakai 30 menit atau lebih. Pilih satu basis desain dan konsisten.
  4. Hitung volume cairan. Volume = debit puncak × waktu tinggal, dengan satuan yang sama.
  5. Hitung kapasitas lemak. Timbulan harian = debit harian × konsentrasi minyak dan lemak. EN 1825-2 memilih ukuran nominal (NS) dari debit maksimum air limbah dengan memperhitungkan suhu air limbah, densitas lemak/minyak, dan pengaruh deterjen; standar ini memakai cadangan lemak 40 × NS liter dan ruang lumpur sekurang-kurangnya 100 × NS liter; PDI G101 mensyaratkan 2¼ pon (1 kg) lemak per 1 GPM. Interval pengurasan = kapasitas tampung ÷ timbulan harian.
  6. Pilih ukuran standar berikutnya yang lebih besar. PDI G101 meminta naik satu ukuran bila debit berada di antara dua ukuran; EN 1825-2 meminta nominal size baku yang lebih tinggi.
  7. Hitung unit hidromekanis per fixture. PDI G101: volume wastafel (panjang × lebar × kedalaman), galon = inci kubik ÷ 231, beban drainase aktual 75%, lalu debit = beban ÷ periode drainase 1–2 menit. Pilih unit di atas hasil itu dan pasang flow control fitting.
  8. Verifikasi di lapangan. Debit terukur unit harus di atas debit puncak, tidak ada aliran pintas, akses pengurasan dan ventilasi tersedia, dan jadwal pembersihan realistis.

Contoh perhitungan dengan data yang tersedia

Juknis DLH Surabaya memuat contoh restoran siap saji di bawah 200 kursi yang beroperasi 24 jam: debit 0,83 L/kursi/jam, faktor puncak 1,33, dan waktu detensi 7,5 jam. Volume = 0,83 × 200 × 1,33 × 7,5 = 1.663 liter. Ukuran baku terkecil pada tabelnya 2.200 liter, jadi dimensi yang dipakai 2.200 liter.

Dengan konsentrasi minyak dan lemak 799 mg/L, timbulan lemaknya sekitar 0,83 × 200 × 1,33 × 24 × 799 mg = 4,2 kg per hari. Bila unit menyediakan kapasitas lemak 31 kg, pengurasan penuh kira-kira diperlukan setiap sepekan. Angka ini contoh juknis; ganti dengan data dapur Anda.

Kesalahan umum saat menghitung kapasitas grease trap

  • Menentukan ukuran hanya dari jumlah kursi. Kursi tidak menunjukkan debit pencucian piring, air bilas lantai, atau jam sibuk.
  • Memakai debit rata-rata tanpa faktor puncak. Debit jam makan dan jam cuci bisa melewati kapasitas unit.
  • Mengabaikan mesin cuci piring dan bak cuci tambahan. Setiap titik pembuangan menambah debit dan beban lemak.
  • Tidak memasang saringan padatan atau flow control fitting. Sisa makanan memenuhi ruang pemisahan; lonjakan debit bisa melebihi kapasitas terukur.
  • Tidak menyediakan akses pengurasan. Unit yang sulit dibuka akan terlambat dikuras, sehingga volume efektifnya berkurang.
  • Menganggap bio grease remover sebagai pengganti pengurasan. Produk biologis hanya pendukung, bukan pengganti pemisahan FOG dan pengurasan rutin.

Kapan grease trap saja tidak cukup

Grease trap adalah pemisahan awal. Unit ini menahan minyak, lemak, dan padatan kasar, tetapi tidak menurunkan bahan organik terlarut, amonia, atau patogen. Bila target efluen mencakup BOD, COD, TSS, dan minyak serta lemak, rangkaian perlu dilengkapi proses biologis dan tahap lanjutan sesuai hasil analisis air limbah. Sebagai gambaran, Pergub Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 yang dikutip juknis menetapkan BOD 30 mg/L, COD 50 mg/L, TSS 50 mg/L, dan minyak serta lemak 10 mg/L untuk air limbah domestik.

Untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemilihan grease trap dibahas bersama ekualisasi, proses biologis, dan penanganan lumpur di halaman IPAL dapur MBG. Bila lemak masih tinggi setelah pemisahan awal, evaluasi dapat dilanjutkan ke unit flotasi atau program kimia; lihat juga bio grease remover.

Pertanyaan umum ukuran grease trap

Berapa ukuran grease trap untuk 100 kursi?

Belum bisa dijawab dengan satu angka liter. Hitung debit per jam, kalikan faktor puncak, lalu kalikan waktu tinggal. Dengan data contoh di atas, 100 kursi menghasilkan 0,83 × 100 × 1,33 × 7,5 = 828 liter; ukuran baku pada tabel juknis dimulai dari 2.200 liter. Data dapur yang sebenarnya dapat mengubah hasil ini.

Apakah kapasitas grease trap sama dengan volume tangki?

Tidak. Volume tangki mencakup ruang lemak di permukaan dan padatan di dasar, sehingga volume cairan efektif lebih kecil. Periksa juga debit terukur dan kapasitas penampungan lemaknya.

Berapa sering grease trap harus dikuras?

Bergantung pada kapasitas unit dan jumlah lemak di air limbah. PDI G101 menyebut interval dapat berkisar dari sekali sepekan hingga sekali dalam beberapa pekan; pengurasan harus mengeluarkan seluruh lemak dan padatan, lalu memeriksa jalur masuk, keluar, dan ventilasi. Hitung interval dari kapasitas tampung dibagi timbulan harian, lalu sesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

Konsultasi ukuran dan pemilihan grease trap

PT Beta Pramesti Asia membantu memeriksa data, menghitung kapasitas, memilih unit, dan menyelaraskannya dengan pengolahan di hilir. Kirimkan jumlah kursi atau porsi, jam operasi, daftar peralatan dapur, tata letak, dan hasil analisis bila sudah ada melalui halaman kontak divisi wastewater. Untuk melihat unit yang tersedia, buka grease trap dapur komersial; bila perlu pengolahan biologis, bandingkan dengan STP compact.